Beranda Kaimana Jadwal seleksi CPNS diundur, Kaimana terima formasi SMA 40 orang

Jadwal seleksi CPNS diundur, Kaimana terima formasi SMA 40 orang

43
0
BERBAGI
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Kaimana, Drs. Donald R. Wakum

KAIMANA, PAPUAKITA.COM – Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2017 masih menunggu petunjuk Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan). Penundaan ini tidak berpengaruh terhadap jumlah formasi yang diusulkan. Untuk Kabupaten Kaimana tetap berjumlah 200 orang, dengan quota untuk tenaga guru 82 orang, tenaga kesehatan 57 orang dan tenaga teknis 61 orang.

Dari total 61 orang tenaga teknis, 40 diantaranya diberikan kepada lulusan SMA. “Jumlah formasinya tetap yakni 200 CPNS. Tapi untuk lulusan SMA, sudah disetujui menjadi 40 dari yang sebelumnya hanya 2 orang. Jatah 40 ini nanti masuk dalam formasi teknis,” demikian Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Kaimana, Drs. Donald R. Wakum kepada Papuakita.com baru-baru ini.

Wakum menjelaskan, seluruh kewajiban Pemerintah Daerah yang berkaitan dengan proses administrasi pengusulan kuota CPNS sudah dipenuhi. Saat ini, Pemda Kaimana masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari Kemenpan berkaitan dengan pelaksanaan seleksi.

“Untuk kepastian pelaksanaan seleksi, kita sedang menunggu petunjuk Menpan. Seluruh kewajiban Pemerintah Kabupaten Kaimana dalam hal pengusulan formasi sudah dilaksanakan. Jumlah keseluruhan tetap 200 orang, tetapi ada penambahan yang signifikan untuk lulusan SMA yakni 40 orang, dari sebelumnya hanya 2 orang,” jelas Wakum.

Ditambahkan, kuota CPNS memang tidak akan berubah, namun apabila keinginan Gubernur Papua Barat untuk menaikkan jatah untuk asli Papua menjadi 75% jika pelaksanaan seleksi tetap menggunakan sistim online, maka perubahan itu akan ditindaklanjuti.

“Menurut informasi yang beredar di koran, gubernur berkebijakan jika dilaksanakan seleksi secara online maka kuota untuk CPNS asli Papua harus ditambah menjadi 75% berbanding 25%. Kalau ini benar maka ini saja yang akan kita ubah, karena sebelumnya sudah ditetapkan 60% untuk asli Papua dan 40% untuk non Papua,” pungkasnya. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here