Beranda Budaya Papuan Voices Akan Selenggarakan FFP II

Papuan Voices Akan Selenggarakan FFP II

487
0
Papuan Voices
Bernad Koten, Sekertaris Panitia FFP II (kiri), Harun Rumbarar Ketua Panitia FFP II 2018, (baju hitam tengah), dan Jose levi Kordinator Publikasi, serta Arson anggota panitia (baju putih) ketika memberikan keterangan pers terkait FFP II. Foto : Harun Rumbarar.

MANOKWARI, Papuakita.com – Papuan Voices pada tanggal 7-9 Agustus 2018, akan kembali menyelenggarakan Festival Film Papua ke-II (FFP II). FFP II akan dilaksanakan di Kota Jayapura.

Adapun tema FFP II adalah “Masyarakat adat Papua di tengah arus modernisasi”.

“Tema ini dipilih sebagai bentuk respon terhadap situasi di Tanah Papua saat ini dan menjelaskan posisi masyarakat adat di tengah arus pembangunan dan investasi yang makin banyak masuk ke Tanah Papua,” kata Ketua Panitia FFP II, Harun Rumbar dalam pres rilis yang diterima redaksi papuakita.com.

Kata Harun, diharapkan tema ini memberi ruang bagi para filmmaker untuk mengkritisi realita di Papua, terkait implementasi teori medernisasi dan dampaknya terhadap masyarakt di Papua, teristimewa masyarakat adat Papua.

“FFP II bertujuan untuk memperkenalkan situasi masyarat adat Papua dan berbagai permasalahannya lewat film dokumenter, membangun kesadaran publik akan isu-isu penting yang dihadapi oleh masyarakat adat Papua,” ujarnya.

“Juga mendorong dan memperkenalkan filmmaker muda Papua yang terampil dalam produksi dan distribusi film dokumenter dan sebagai wadah untuk memperkuat jaringan filmmaker di Tanah Papua,” kata Harun.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan FFP II, akan diselenggarakan pelatihan film di wilayah-wilayah Komunitas Papuan Voices, Worskhop media, dan kompetisi Film.

Kompetisi film,  lanjut Harun, adalah salah satu kegiatan penting dari festival ini, dimana film-film terbaik hasil kompetisi akan diputarkan saat festival berlangsung.

Papuan Voices adalah komunitas filmmaker Papua yang fokus memproduksi dokumenter berdurasi pendek tentang manusia dan Tanah Papua.

Melalui karyanya, filmmaker Papua hendak menyampaikan pesan-pesan kepada seluruh lapisan komunitas masyarakat di Tanah Papua, Indonesia dan Internasional untuk melihat Papua melalui “mata” orang Papua sendiri dalam bentuk film dokumenter. “Papuan Voices terbentuk pada tahun 2011,” katanya. (RBM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.