Beranda Ekonomi & Bisnis Bangun Kemandirian Desa, Mendagri Dorong Pemda Dukung Implementasi Pertashop

Bangun Kemandirian Desa, Mendagri Dorong Pemda Dukung Implementasi Pertashop

142
0
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mendorong Pemda untuk mendukung percepatan implemantasi Pertashop di daerah demi terwujudnya kemandirian desa. Mendagri menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi secara virtual antara Kemendagri, Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota serta PT Pertamina (Persero) Rabu (9/9/2020). Foto : Puspen Kemendagri.

MANOKWARI, PAPUAKITA.com—Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mendorong Pemerintah Daerah (Pemda), untuk mendukung percepatan implemantasi Pertamina Shop (Pertashop) di daerah demi terwujudnya kemandirian desa.

Penekanan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi secara virtual antara Kemendagri, Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota serta PT Pertamina (Persero) di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kementerian Dalam Negeri, Rabu (9/9/2020).

Rapat Koordinasi dipimpin langsung oleh Mendagri Muhammad Tito Karnavian, Komisaris Pertamina, Condro Kirono dan Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati dan dihadiri hampir 500 orang para pejabat pemerintah daerah yang terhubung secara virtual.

Pertamina dan Kemendagri menargetkan pada tahun 2020 akan membangun 4.558 unit Pertashop di seluruh Indonesia. Kerja sama dalam Program Pertashop merupakan bentuk pengembangan usaha bersama untuk meningkatkan nilai ekonomi dan daya saing masyarakat sekaligus mendekatkan pelayanan pemenuhan kebutuhan bahan bakar minyak di desa.

“Hadirnya Pertashop tidak hanya untuk mendekatkan layanan BBM dan LPG pepada masyarakat di negeri tapi mendorong inovasi desa melalui kemitraan serta turut berperan dalam meningkatkan kapasitas pemerintah desa,” ungkap Mendagri melalui siaran pers yang dirilis Puspen Kemendagri.

Dikatakan kolaborasi Kemendagri melalui Ditjen Bina Pemerintahan Desa dengan Pertamina merupakan penguatan dan reorientasi kembali pendekatan pembangunan pemerintahan desa dengan paradigma baru untuk menjawab ketertinggalan pembangunan desa yang berdampak terhadap masyarakat dan menjadi salah satu poin penting dalam upaya pengarusutamaan Desa dalam Pembangunan Nasional.

Mendagri Titi Karnavian mendorong pemerintah daerah agar turut mensosialisasikan kepada masyarakat terkait pembangunan dan pengoperasian Pertashop yang dapat membantu menumbuhkembangkan potensi desa, serta tidak memanfaatkan program Pertashop untuk kepentingan politik.

Menurut Mendagri, hadirnya Pertashop diharapkan akan turut mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di pedesaan sekaligus menumbuhkembangkan potensi desa sehingga mendukung cita-cita Indonesia Maju.

Lihat juga  Pertamina Pastikan Pasokan LPG di Timika Aman

Adapun Komisaris Utama PT Pertamina Condro Kirono menegaskan, Pertashop bertujuan melayani kebutuhan BBM di seluruh wilayah Indonesia, mendekatkan konsumen akhir, dan pengembangan penguasaan outlet sampai level ke perdesaan.

“Dengan dukungan Forum Koordinasi Pimpinan daerah (Forkopimda) termasuk Kepolisian diharapkan operasional Pertashop di seluruh wilayah Indonesia bisa berjalan dengan baik,” ujar Condro.

Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, komitmen Pertamina terhadap keberadaaan ketahanan energi yang mengutamaan availability, accessibility, acceptability, affordability dan sustainability.

“Dengan sinergi Pertamina dan Kemendagri hingga September 2020 telah terbangun 576 outlet Pertashop. Targetnya hingga akhir tahun terbangun 4.558 outlet Pertashop,” ujar Nicke.

Dalam pembangunannya, lanjut Nicke, terdapat beberapa kriteria diantaranya Kriteria Lokasi Pertashop, Kriteria Mitra Pertashop, serta persyaratan perijinan dari pemerintah daerah terkait.

“Kami berharap peran pemerintah daerah mendukung ketersediaan energi melalui Pertashop melalui dispensasi dalam perijinan terutama di awal operasi serta penyederhanaan dalam perijinan,” ucap Nicke.

Nicke menambahkan, untuk tahapan menjadi mitra Pertashop antara lain pendaftaran dengan menginput di http://kemitraan.pertamina.com

Kemudian dilanjutkan verifikasi lapangan, administrasi, persyaratan pemerintah daerah dan penguasaan lahan, ijin bangunan berupa desain yang disetujui oleh Pertamina, dan proses pembangunan. Setelah itu, akan dilakukan kontrak kerjasama dengan Pertamina dalam jangka waktu 10 tahun sehingga Pertashop bisa operasional secara berkelanjutan.

”Bagi Pertamina, Pertashop merupakan pelaksanaan amanah undang-undang untuk menyediakan energi hingga pedesaan untuk mewujudkan energi yang berkeadilan demi terwujudnya Indonesia Maju sesuai yang dicita-citakan,” pungkas Nicke. (*/ARF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.