Beranda Ekonomi & Bisnis BBM Satu Harga Hadir di Halmahera Barat

BBM Satu Harga Hadir di Halmahera Barat

97
0
Desa Togola Wayoli
Peresmian SPBU Kompak 86.977.17 di Desa Togola Wayoli, Kecamatan Ibu Tengah, Kabupaten Halmahera Barat. Dok. MOR VIII

MANOKWARI, PAPUAKITA.COM – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VIII kembali menjalankan Program BBM Satu Harga di Maluku Utara. Ini ditandai dengan peresmian SPBU Kompak 86.977.17 di Desa Togola Wayoli, Kecamatan Ibu Tengah, Kabupaten Halmahera Barat.

Hadir dalam peresmian tersebut, Anggota Komisi VII DPR RI, Tjatur Sapto Edy; Staf Ahli Menteri ESDM, Satry Nugraha; Region Manager Aviation VIII PT Pertamina (Persero), Dedi Haerudin; dan Asisten I Setd Halmahera Barat, Vence Muluwere. Demikian siaran Pers Pertamina MOR VIII yang diterima, Rabu (27/2/2019).

Dedi Haerudin menyampaikan, pertamina mendapat tugas untuk membuka aksesibilitas dan ketersediaan serta menyediakan energi yang berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang termasuk dalam kategori 3T (Terpencil, Terluar, Tertinggal).

MOR VIII

“Program BBM Satu Harga merupakan wujud komitmen dan amanah pertamina dalam mendukung program pemerintah untuk menyediakan energi yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia sesuai amanat UU Migas Nomor 22 Tahun 2001 dan UU Energi Nomor 30 Tahun 2007,” ucap Dede

Dengan beroperasinya SPBU BBM Satu Harga di Kecamatan Ibu Tengah, maka pertamina MOR VIII dengan cakupan wilayah Maluku-Papua sudah merealisasikan 39 titik lokasi hingga saat ini. Dan direncanakan 12 titik lokasi akan beroperasi di tahun 2019.

“Khusus untuk wilayah Maluku Utara telah beroperasi 6 titik lokasi hingga sekarang, dan di tahun 2019 ini akan dilengkapi 4 titik lainnya,” terang Dedi.

Kehadiran SPBU kompak di Kecamatan Ibu Tengah memberikan manfaat bagi warga sekitar dapat menikmati harga BBM yang sama dengan wilayah-wilayah lainnya di Indonesia. Sebelum ada SPBU kompak di wilayah ini, masyarakat harus membeli BBM dengan harga mencapai Rp10.000 per liter.

Adapun harga BBM di Lembaga Penyalur Pertamina mengacu kepada Keputusan Menteri ESDM Nomor 4738 Tahun 2016, yakni harga poremium Rp6.450 per liter dan harga solar Rp5.150 per liter.

Vence Muluwere menyampaikan, program BBM Satu Harga sangat penting dan sangat strategis bagi masyarakat Halmahera Barat. Secara geografis masyarakat yang hidup di kawasan pelosok, sangat merindukan pemenuhan kebutuhan BBM yang makin berkualitas.

“Saat ini masyarakat dapat menikmati harga BBM yang sama dengan daerah lainnya yang tentunya akan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dari Jakarta hingga Togola Wayoli kita punya satu harga,” tambah Vence.

Anggota Komisi VII DPR RI, Tjatur Sapto Edy mengungkapkan, tidak gampang atau tidak ringan buat pertamina bisa merealisasikan Program BBM Satu Harga. Tjatur menegaskan, Program BBM Satu Harga merupakan amanah dari sila kelima Pancasila.

“Jadi BBM di Jalan Thamrin Jakarta dengan Desa Togola Wayoli ini sama persis, ini yang dinamakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tuturnya.

Staf Ahli Menteri ESDM, Satry Nugraha mengungkapkan, Program BBM Satu Harga merupakan bukti perhatian pemerintah terhadap rakyat. Ia juga mengajak pihak-pihak terkait untuk menjaga dan mengawasi penyaluran Program BBM Satu Harga ini.

“Pemerintah daerah, badan usaha, maupun masyarakat dapat melaporkan adanya dugaan-dugaan tindakan penyelewengan dalam penyediaan dan pendistribusian BBM yang terjadi di lapangan kepada BPH Migas untuk dikumpulkan dan diproses lebih lanjut oleh pihak berwajib,” tegas Satry.

SPBU Kompak 86.977.17 telah diujicobakan operasionalnya sejak 1 Oktober 2018 lalu. SPBU ini dilengkapi dengan masing-masing dua unit nozzle untuk solar dan premium serta dua unit mesin pompa digital untuk menyalurkan BBM.

Pasokan BBM ke SPBU Kompak ini dikirim dari Supply Point Terminal BBM Tobelo—diangkut dengan menggunakan mobil tangki. Jarak yang ditempuh, yakni sejauh 290 kilometer dengan waktu tempuh normal hingga 7 jam. Setiap sebulan akan dipasok masing-masing dengan alokasi 95 Kiloliter (KL) premium dan 20 KL solar.

“Kedepan, secara bertahap akan dilengkapi pasokan untuk BBM non-subsidi jenis Pertalite dan Dexlite,” tutup Dedi. (*/RBM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here