oleh

BI Papua Barat Genjot Kewirausahaan dan Daya Saing UMKM Binaan di Masa Pandemi Covid-19

MANOKWARI, PAPUAKITA.com—Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat (BI Pabar) menyelenggarakan kegiatan pelatihan kewirausahaan kepada UMKM binaan dengan topik kewirausahaan dan penyusunan laporan keuangan.

Pelatihan merupakan wujud upaya BI Pabar dalam mendukung peningkatan daya saing UMKM khususnya di masa pandemi COVID-19. Sehubungan dengan dampak COVID-19 yang menyebabkan penurunan jumlah permintaan dan jumlah produksi UMKM.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, S. Donny H. Heatubun mengatakan, rangkaian kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan pada 14, 22, dan 29 April dengan melibatkan 3 UMKM binaan BI Pabar yaitu UMKM Abon Ikan Laut Miareto Kota Sorong, UMKM Sari Pala Danaweria Fakfak, dan UMKM Keripik Sukun Efata Manggoapi Manokwari.

Info grafis pertumbuhan ekonomi Papua Barat Triwulan I 2020. Sumber : BI Papua Barat

“Pelatihan diikuti oleh 23 orang anggota UMKM binaan BI Pabar yang diselenggarakan melalui media digital meeting mengingat terdapat imbauan dari pemerintah untuk melaksanakan social/physical distancing,” jelas Donny Heatubun melalui siaran pers yang diterima, Jumat (8/5/2020).

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan oleh Konsultan Pengembangan UMKM Bank Indonesia Papua Barat didampingi oleh Tim Pelaksana Pengembangan UMKM BI Papua Barat.
Menurut Donny Heatubun, pelatihan diawali dengan materi kewirausahaan dilanjutkan materi pengelolaan laporan keuangan UMKM dan praktek pencatatan laporan keuangan sederhana.

“Kegiatan pelatihan diikuti oleh seluruh peserta dengan antusias. Selama pemaparan materi, peserta pelatihan diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kemudian dilanjutkan diskusi dampak COVID-19 terhadap UMKM dimaksud serta hal terkait lainnya,” ujarnya.

“Di samping materi tersebut di atas, disampaikan juga pengenalan mengenai Sistem Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) berupa video tutorial penggunaan SIAPIK,” sambung Donny Heatubun.

SIAPIK merupakan aplikasi yang dikembangkan Bank Indonesia sebagai alat bantu bagi pelaku UMKM guna memantau kondisi keuangan usahanya.

Lihat juga  BPJamsostek Manokwari Gandeng Binus Sosialisasi Manfaat Jamsostek

Dengan demikian, pelaku UMKM diharapkan mampu memiliki perencanaan keuangan yang baik sehingga dapat memperkuat keberlangsungan usaha. Selain itu, penggunaan SIAPIK juga dapat menciptakan budaya tertib untuk memisahkan pencatatan keuangan usaha dengan keuangan rumah tangga.

Donny Heatubun menjelaskan, penggunaan SIAPIK juga diharapkan mampu menjadi alat bantu untuk membuka akses keuangan antara petani dan pelaku UMKM dengan perbankan/lembaga keuangan. Lembaga keuangan cukup meminta informasi dari SIAPIK untuk menilai kelayakan penyaluran kredit kepada UMKM.

Donny Heatubun menambahkan, kredit produktif merupakan salah satu pendorong untuk meningkatkan kapasitas produksi pertanian. Sehubungan dengan itu, melalui kegiatan ini kami berharap agar pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas usahanya sehingga mampu mewujudkan peningkatan kesejahteraan.

“Melalui kegiatan ini, di samping memperoleh pengetahuan dan wawasan tentang materi pelatihan, pelaku UMKM binaan BI Pabar juga membuktikan bahwa mereka telah sanggup menggunakan teknologi sebagai sarana baru pembelajaran sehingga proses pembelajaran dapat dilakukan lebih efektif dan efisien,” tutupnya. (*/ARF)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed