Beranda Ekonomi & Bisnis HPI dan PHRI Minta Dukungan Pemda di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di...

HPI dan PHRI Minta Dukungan Pemda di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di Papua Barat

76
0
Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat Yusuf, S.H, M.H pose bersama pengurus HPI dan PHRI, serta pelaku usaha usai menggelar FGD terkait sektor pariwisata di Papua Barat. Foto : TRI

MANOKWARI, PAPUAKITA.com—Memasuki masa adaptasi kebiasaan baru, diharapkan bisa menggairahkan kembali sektor pariwisata di Provinsi Papua Barat yang sempat terkerek akibat pademi Covid-19.

Untuk itu, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) meminta dukungan permintah daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota memberikan perhatian.

Ketua DPD HPI Papua Barat Matias Rumbruren mengatakan, kondisi kepariwisataan yang baik akan meningkatkan pendapatan asli daerah, serta pendapatan masyarakat yang terlibat dalam langsung pengelolaan kepariwisataan di daerah ini.

“Sektor pariwsata harus terus hidup, karena keunggulan kita di Papua Barat salah satunya adalah sektor pariwisata. Jika kondisi bisa pulih, sektor pariwisata hidup dan pendapatan daerah juga akan meningkat,” ujar Rumbruren di sela FGD bersama Kajati Yusuf, S.H, M.H di Kantor Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Kamis (16/7/2020).

Menyambut fase adaptasi kebiasaan baru, HPI pusat telah mengeluarkan SOP, untuk pelayanan pramuwisata agar tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

“Bukan hanya relaksasi yang diberikan namun kenyamanan dan keselamatan pelaku wisata dapat terjaga. Sudah ada edaran atau SOP yang diberikan kepada seluruh pramuwisata sehingga keamanan dan kesehatan pengunjung wisata dapat terjaga,” tuturnya.

Pendapatan di sektor pariwisata praktis terkerek di tengah dunia dilanda pandemi Covi-19 . FDG yang digelar bersama institusi Kejaksaan, ini diikuti oleh pengusaha perhotelan di Manokwari dalam rangka pemulihan ekonomi para pelaku usaha.

Kegiatan ini juga turut dihadiri Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Julius, serta para pelaku usaha di Manokwari.

Kajati Yusuf mengatakan, FGD digelar untuk menghasilkan formula yang tepat, dan baik dari segi kesehatan maupun aktivitas ekonomi bagi para pelaku usaha pariwisata.

“Sebagai wadah diskusi baik teman-teman selaku mitra dan pelaku bisnis, baik perhotelan, restoran, serta pramuwisata di wilayah Papua Barat. Dalam pemulihan ekonomi di papua barat meski dalam kondisi pandemi seperti ini kita harus terus bergerak dan berkarya untuk membantu pemulihan ekonomi nasional,” kata Kajati Yusuf.

Lihat juga  Manokwari Expo 2019 Mesti Jadi Cikal Bakal Karya Pembangunan

Menurut Kajati Yusuf, banyak bukti bahwa di masa pandemi Covid-19, banyak hotel dan restauran yang terpaksa merumahkan karyawan. Hal ini dilakukan agar tetap bisa bertahan.

“Hasil dari diskusi ini akan kita rekomendasikan sehingga sektor pariwisata yang menjadi peran mereka dapat kembali normal seperti pada masa sebelum pandemi. Pemerintah dalam arti luas dapat mengerti kondisi ril, kalau dibiarkan semua usaha mereka akan bangkrut,” ujarnya.

Seperti diketahui, sektor pariwisata di Papua Barat lesu selama pandemi Covid-19 melanda dunia. Di Jakarta, Presiden Jokowidodo beberapa waktu lalu mengatakan, terus mendorong agar pariwisata di Indonesia dapat terus berjalan dengan baik. (TRI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.