Beranda Ekonomi & Bisnis Inflasi di Papua Barat Desember 2018 Sebesar 0,22 Persen

Inflasi di Papua Barat Desember 2018 Sebesar 0,22 Persen

186
0
Inflasi 2018
Ilustrasi Inflasi. Foto : Istimewa

MANOKWARI, PAPUAKITA.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat mencatat inflasi di Papua Barat Desember 2018 sebesar 0,22 persen. Inflasi tahun ke tahun (Desember 2018 terhadap Desember 2017) sebesar 5,21 persen.
Dari 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK), 80 kota diantaranya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kupang sebesar 2,09 persen dan inflasi terendah di Banda Aceh sebesar 0,02 persen. Sedangkan dua kota IHK, yakni Sorong dan Kendari mengalami deflasi.
“Inflasi tahun ini jika dibanding dengan tahun lalu peningkatannya tidak signifikan. Wajar di Desember terjadi inflasi karena momentum natal dan tahun baru. Di Desember barang-barang cenderung naik,” kata Fungsional di Seksi Statistik PR dan PHB BPS Provinsi Papua Barat, Yoga Gumbira, Rabu (2/1/2019).
Andil terbesar terjadinya inflasi disumbangkan harga transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 3,01 persen, kelompok sandang 0,77 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,37 persen.
“Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan lebih besar disumbangkan oleh tarif angkutan udara. Ini karena musim liburan. Dan diduga karena pengoperasian Sriwijaya Air diambil alih oleh Garuda. Ini masih dugaan,” ujar Yoga.
Inflasi di Manokwari
Dari 82 Kota IHK. Manokwari mengalami inflasi sebesar 1,37 persen. Manokwari menempati peringkat inflasi ke-7 nasional. Inflasi tahun ke tahun terjadi inflasi sebesar 6,02 persen.
Kata Yoga inflasi tahun ini naik tinggi dibandingkan tahun lalu. Inflasi di Manokwari terjadi karena kenaikan tarif angkutan udara.
“Kenaikannya mencapai 50 persen. Andilnya 1,5378. Bahan makanan mengalami penurunan tetapi tertutupi dengan tarif angkutan udara sehingga terjadi inflasi,” ujar Yoga.
“Tarif angkuntan udara naik tinggi. Di Sorong aksesnya lebih gampang ketimbang di Manokwari. Andil di Sorong besar tapi di Manokwari lebih besar,” ujar kata Kabid Statistik Distribusi, Hendra Wijaya.
Kota Sorong alami deflasi
Di Kota Sorong pada periode tersebut justru terjadi deflasi sebesar 0,15 persen. Deflasi terjadi karena ada penurunan pada makanan sebesar -1,13 persen.
Tingkat inflasi tahun kalender Desember 2018 sebesar 4,95 persen, dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2018 terhadap Desember 2017) sebesar 4,95 persen.
“Deflasi terjadi karena ada penurunan harga pada bahan makanan yang disumbangkan oleh ikan dan ayam ras. Ini mungkin terjadi karena adanya operasi pasar,” ujar Hendra. (RBM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here