by

OJK Imbau Masyarakat di Papua dan Papua Barat Jeli Bertransaksi Pinjaman Online

MANOKWARI, PAPUAKITA.com—Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghimbau masyarakat agar masyarakat dapat lebih jeli untuk melakukan pinjaman secara online dengan memastikan fintech lending telah terdaftar di OJK.

Hingga November 2019, terdapat 144 Perusahaan Pinjaman Online yang terdaftar dan berizin di OJK. Namun, Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi sejak awal 2018 sampai September 2019 telah menangani dan menutup 1350 perusahaan fintech online ilegal bekerja sama dengan Kementerian Kominfo.

Kepala OJK Provinsi Papua dan Papua Barat, Adolf Fictor Tunggul Simanjuntak, menghimbau kepada masyarakat agar menjaga data pribadi di tengah kemudahan teknologi finansial agar tidak disalahgunakan oknum tidak bertanggung jawab.

“Masyarakat tidak terggoda iming-iming hadiah atau imbalan uang dengan memberikan identitas diri berupa KTP, SIM, Passport dan foto diri kepada orang lain. Data pribadi tersebut dapat disalahgunakan untuk membuat akun palsu dan bertransaksi keuangan tanpa sepengetahuan yang bersangkutan,” kata Adolf Simanjutak melalui siaran pers yang diterima papuakita.com, Sabtu (23/11/2019).

Adolf menyarankan, untuk mengetahui Fintech Lending yang terdaftar di OJK, masyarakat dapat menghubungi kontak OJK 157 atau melalui website ojk.go.id. Untuk masyarakat yang berada di Tanah Papua dapat menghubungi Nomor telepon kantor (0967) 522466 atau dapat mengunjungi kantor OJK Provinsi Papua dan Papua Barat yang beralamat di Ruko Pasifik Permai Blok A No.4-5, Jayapura.

Berdasarkan data statistik yang dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan diketahui bahwa per tanggal 30 September 2019 jumlah pinjaman melalui fintech lending yang disalurkan kepada masyarakat di Provinsi Papua sebesar Rp62,90 Miliar dan Papua Barat sebesar Rp32,89 Miliar atau tumbuh sekitar 206,96 % untuk Provinsi Papua dan 310,22% untuk Provinsi Papua Barat jika dibandingkan dari data 31 Desember 2018.

Lihat juga  Pertamina MOR VIII Gelar Sosialisasi Musicool

Adolf Simanjutak menambahkan, jumlah pinjaman tersebut disalurkan kepada 17.616 entitas di Provinsi Papua (tumbuh 263,67%) dan 9.236 entitas di Papua Barat (tumbuh 335,45%).

“Adapun Jumlah lender (pemberi pinjaman) di Provinsi Papua sebanyak 1.181 entitas (tumbuh 43,50% secara ytd) dan sebanyak 546 entitas di Provinsi Papua Barat (tumbuh 85,08% secara ytd),” tutupnya.

Imbauan yang disampaikan OJK ini berkaitan dengan kasus seperti yang terjadi di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Dari informasi yang berhasil dihimpun, ada sebanyak 70 orang yang sebagian besar driver ojek online menjadi korban penipuan.

Pelaku penipuan dengan modus pinjaman online memanfaatkan KTP dan foto para korban untuk mengajukan pinjaman online. Kasus penipuan ini telah diungkap jajaran Direskrimsus Polda Kalbar. (*/RBM)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *