Beranda Ekonomi & Bisnis Peran Pertamina Mengatasi KOTAKU di Kabupaten Manokwari

Peran Pertamina Mengatasi KOTAKU di Kabupaten Manokwari

384
0
Arie, Community Development Officer(CDO) Fuel Terminal Manokwari, saat mempresentasikan program CSR 2018-2019 pada kegiatan Loka Karya KOTAKU. Foto : ASR

MANOKWARI, PAPUAKITA.com—Fuel Terminal Manokwari PT Pertamina (Persero) turut mempresentasikan peran dan fungsi perusahaan dalam pemberdayaan masyarakat, serta upaya penanganan kota kumuh di Kabupaten Manokwari pada loka karya Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Provinsi Papua Barat tahun 2019, Jumat(29/11/2019).

Pihak Fuel Terminal Manokwari memaparkan program-program kegiatan CSR yang telah dilaksanakan dalam rentang waktu 2018-2019 di wilayah kabupaten Manokwari.

Community Development Officer(CDO) Fuel Terminal Manokwari, Arie mengatakan, kegiatan CSR yang sudah berjalan dan masih berjalan terus adalah pengembangan usaha noken, rumah ramah anak, pelatihan las pemuda ring I Fuel Terminal Manokwari dan Internalisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

Arie menambahkan, adapun secara khusus program CSR yang berkaitan dengan topik upaya penanganan kota kumuh ialah Program Internalisasi Perilaku Hidup Sehat Dan Bersih(PHBS).

Program Internalisasi PHBS menjadi salah satu sektor dalam fokus upaya penanganan kota kumuh, yaitu kebutuhan penanganan persampahan. Sebagaimana yang kita ketahui, dalam tahapan program Internalisasi PHBS terdapat kegiatan sosialisasi PHBS dan Pelaksanaan kegiatan Bank Sampah di wilayah Kampung Jawa dan kampung Biryosi.

Disinggung apakah sudah ada program Fuel terminal Manokwari tahun 2020 nanti?. “Terkait rencana program di tahun depan, pihak kami akan melakukan komunikasi terkait rekomendasi program CSR yang bersifat prioritas yang mengarah ke berbagai aspek, khususnya pada bidang lingkungan,”jawab Arie kepada.

Ari melanjutkan, program CSR yang bersifat charity telah banyak dilaksanakan di luar wilayah Ring I, semisal bantuan pembangunan MCK, batuan sarana dan prasarana sekolah, bantuan pembangunan rumah kaki seribu, dan beberapa kegiatan lainnya.

Adapun persoalan mengapa program-program pemberdayaan masyarakat, hanya dilaksanakan di wilayah Ring I, karena wilayah Ring I yakni Kelurahan Wosi dan Sanggeng merupakan dua wilayah yang memiliki potensi untuk terdampak dari aktifitas perusahaan.

Lihat juga  NTP Papua Barat Juli 2018 Turun Sebesar 0,67 Persen

Menurut Arie, pihak perusahaan juga ingin memberikan stimulant kepada setiap kelompok masyarakat yang berada sekitar perusahan, sehingga masyarakat memiliki keyakinan bahwa kehadiran pertamina dapat memberikan kontribusi pada perubahan hidup mereka melalui pelaksanaan program CSR.

Selain itu, untuk rencana pelaksanaan program CSR di luar wilayah Ring I, juga akan dilaksanakan tepatnya di Taman Wisata Alam Gunung Meja. Secara umum program tersebut mengacu pada aspek konservasi burung paruh bengkok sebagai jenis burung endemik Papua.

“Kami berharap semuanya berjalan dengan baik, dan sekiranya setiap program-program CSR Fuel Terminal Manokwari dapat memberikan dampak yang positif kepada setiap penerima manfaat,” tutup Arie.

Anda Bagus Naesa selaku Jr. Spv. Sales service dan General Affair dan HSSE, Fuel Terminal Manokwari, mengatakan di pertamina secara umum terbagi ke dalam beberapa fungsi perusahaan, seperti halnya ekplorasi, pengelolahan dan penjualan.

Adapun untuk Fuel Terminal Manokwari hanya mencakup untuk penjualan BBM saja (pendistribusian) bukan pada bidang produksi.

“Jadi ini perlu diketahui oleh masyarakat, bahwa Fuel Terminal Manokwari PT Pertamina di Jalan Trikora Wosi, tidak memproduksi bahan bakar minyak (BBM), kami hanya mendistribusikan. Hanya memasarkan,” jelas Bagus.

Bagus menambahkan, limbah yang dihasilkan hanya berupa kain majun (kain lap minyak) dan limbah-limbah yang berasal dari tempat bekas tinta printer. Dan untuk pengelolahan limbahnya, pertamina bekerja sama dengan pihak ketiga untuk kemudian mengangkut limbah-limbah khususnya kain majun untuk dibawah ke daerah Jawa.

“Sebenarnya di perusahaan kami telah taat untuk persoalan limbah, karena di tahun ini kami memperoleh rapor biru dari Kementrian Lingkungan Hidup dari penilaian PROPER yang mereka laksanakan,” tandasnya.(ASR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.