Beranda Ekonomi & Bisnis Pertamina Dorong Pembangunan Jobber dan SPBU di Wilayah Pegunungan Tengah Papua

Pertamina Dorong Pembangunan Jobber dan SPBU di Wilayah Pegunungan Tengah Papua

71
0
PT Pertamina (Persero) dan anak perusahaan PT Patra Logistik, serta 6 Bupati di Wilayah Pegunungan Tengah Papua (Kabupaten Puncak, Tolikara, Mamberamo Tengah, Yahukimo, Yalimo, dan Asmat) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) mengenai pembangunan Jobber (terminal bahan bakar minyak mini) dan SPBU Kompak di Wilayah Papua, di Surayaba, Rabu (15/1/2020). Foto : Dok. MOR VIII

MANOKWARI, PAPUAKITAc.com—PT Pertamina (Persero) dan anak perusahaan PT Patra Logistik, serta 6 Bupati di Wilayah Pegunungan Tengah Papua (Kabupaten Puncak, Tolikara, Mamberamo Tengah, Yahukimo, Yalimo, dan Asmat) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) mengenai pembangunan Jobber (terminal bahan bakar minyak mini) dan SPBU Kompak di Wilayah Papua di Surayaba, Rabu (15/1/2020).

Dijelaskan melalui rilis yang diterima dari Communication, Relation dan CSR MOR VIII, Kamis (16/1/2020). Pertemuan ini menyepakati pembangunan Jobber dan SPBU Kompak, serta pembentukan tim strategis untuk pembahasan rencana pembangunan Jobber Suator, Kabupaten Asmat Provinsi Papua.

General Manager Pertamina MOR VIII, Gema Iriandus Pahalawan menyampaikan, pertemuan ini merupakan wujud komitmen dari Pertamina untuk menyediakan dan mendistribusikan BBM hingga ke seluruh pelosok Indonesia sehingga masyarakat di wilayah Papua, khususnya di enam kabupaten Pegunungan Tengah dapat merasakan BBM dengan pasokan dan harga yang sama seperti wilayah lainnya di Indonesia.

“Inti dari pertemuan ini adalah agar masyarakat di Papua, khususnya di wilayah Pegunungan Tengah bisa menikmati BBM Satu Harga, sama seperti di daerah lain,” tutur Gema Iriandus Pahalawan.

Hadir dalam kesempatan ini, General Manager Marketing Operation Region (MOR) VIII PT Pertamina, Gema Iriandus Pahalawan, Direktur Pemasaran dan Operasi PT Patra Logistik, Dodi Hasbi Rosyadi, serta 6 bupati wilayah Pegunungan Tengah yakni Bupati Puncak, Willem Wandik, Bupati Asmat, Elisa Kambu, Bupati Tolikara, Usman Wanimbo, Bupati Yalimo, Lakius Peyton, Bupati Yahukimo, Abock Basup, serta Bupati Mamberamo Tengah diwaliki Kepala Dinas PTSP, Abraham Ahyuan.

“Pembangunan Jobber dan SPBU Kompak ini dilakukan untuk mempermudah distribusi BBM ke sejumlah wilayah yang saat ini masih cukup sulit dijangkau,” tambah Gema Iriandus Pahalawan
Saat ini terdapat lembaga penyalur/SPBU di masing-masing kabupaten, yakni 1 di kabupaten Puncak, 1 di Mamberamo Tengah, 2 di Yalimo, 2 di Tolikara, 1 di Yahukimo, dan 11 di Asmat. Meski telah ada di setiap kabupaten, namun masih perlu penambahan di wilayah yang belum tersedia lembaga penyalur karena sebagian besar lembaga penyalur baru terdapat di distrik yang menjadi ibu kota kabupaten.

Pertemuan dengan enam bupati di wilayah Pegunungan Tengah ini bertujuan untuk membangun sinergi dengan pemerintah daerah dengan melakukan mapping (pemetaan) bersama untuk menenentukan SPBU Kompak baru di enam kabupaten tersebut sekaligus dalam rangka menyukseskan program pemerintah yakni Program BBM Satu Harga di tahun 2020.

Gema Iriandus Pahalawan menambahkan, terhitung sejak tahun 2017 hingga 2019, Pertamina telah mengoperasikan sebanyak 23 titik Satu Harga di wilayah Provinsi Papua. Pertamina berharap dengan adanya dukungan pemerintah daerah melalui MoU ini maka kemudian akan dibentuk Tim Teknis untuk membahas hal-hal strategis dan teknis terkait dengan pembangunan SPBU Kompak dan Jobber Suator.

Pembangunan titik suplai (supply point) Jobber Suator ini diharapkan dapat meningkatkan availability (ketersediaan) BBM dan mempertahankan affordability (keterjangkauan) harga BBM. Nantinya, PT Patra Logistik selaku anak perusahaan Pertamina akan membantu Pemerintah Daerah dalam hal penyaluran BBM di enam kabupaten tersebut. (*/ARF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.