by

Pertamina pastikan stok BBM di wilayah Manokwari dan sekitarnya tercukupi

MANOKWARI, PAPUAKITA.com—Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Regional Papua Maluku, Edi Mangun menyatakan, Pertamina tidak akan menutup kantor dan menghentikan seluruh kegiatan operasional penyaluran BBM di Fuel Terminal (FT) Manokwari.

“Kami tidak akan menutup depot pertamina (FT) dalam kondisi apapun, kecuali bencana alam. Ataupun ada pihak-pihak eksternal yang melakukan pemalangan dan lainnya. Sampai dengan hari ini, saya menyampaikan bahwa tidak ada sedikit pun niat pertamina mau tutup. Itu tidak ada,” ujar Edi Mangun dalam keterangan resmi pada Sabtu (20/11/2021).

Pernyataan Edi ini disampaikan terkait dengan informasi yang beredar luas tentang adanya rencana aksi demonstrasi masyarakat pemilik ulayat di lokasi Fuel Terminal (FT) Manokwari. Sehingga akan menghambat pendistribusian BBM di wilayah Manokwari dan sekitarnya.

“Mohon kepada teman-teman media membantu menginformasikan dan mengedukasi, bahwa pertamina tetap beroperasi seperti sediakala. meskipun ada beredar informasi di media sosial tentang pernyataan sikap oknum tertentu yang menyampaikan akan melakukan pengalaman depot pertamina (Manokwari) pada 22 November atau tepat hari Senin nanti,” ujar Edi Mangun lagi.

Mengantisipasi terjadinya aksi yang berimbas terhadap operasional FT Manokwari, Edi Mangun mengaku telah berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait, antara lain dengan Polda Papua Barat dan Polres Manokwari.

“Kami juga sudah melakukan audiensi dengan bupati, beliau berkomitmen akan membantu menyampaikan kepada pihak keluarga (penggugat) bahwa proses hukum biar berjalan sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku di republik ini. Sebagai tergugat sudah mengajukan banding sebagai mekanisme resmi dalam berperkara sampai dengan keputusan inkrah sampai di pengadilan tingkat tertinggi. Apapun keputusannya sebagai institusi negara akan patuh apabila sudah berkekuatan hukum tetap,” ungkapnya.

Lihat juga  Rosita Watofa: Tanpa Perda, UMKM Sulit Berkembang di Manokwari

Edi Mangun kembali menegaskan, pertamina tetap beroperasi sesuai dengan tugas dan tanggung jawab. Untuk mendistribusikan BBM.
“Alhamdulillah beberapa hari lalu sudah masuk kapal tanker dari Pelabuhan Wayame. Dalam kesempatan ini, saya juga menegaskan bahwa stok BBM untuk Manokwari, Teluk Wondama, Pegununangan Arfak, dan Manokwari Selatan dalam kondisi cukup. Untuk itu, masyarakat tidak perlu panik dan berbondong-bondong ke SPBU dan melakukan pembelian BBM secara berlebihan dan kemudian menimbulkan antrean panjang. Kita tidak tahu siapa di balik informasi yang disebarkan ini. Kita juga tidak tahu apa motifnya,” tutupnya.

Diketahui, rencana aksi di areal FT Manokwari berkaitan dengan tuntutan ganti rugi hak ulayat. Areal FT Manokwari digugat secara perdata dan teregistrasi di Pengadilan Negeri Manokwari dengan perkara bernomor 23/Pdt.G/2021/PN Mnk. Adapun para penggugat masing-masing Daud Mandacan, Alfonsina Mandacan, Dortea Monika Mandacan, Antoni Agustinus Mandacan dan George Gemuruh Mandacan.

Sementara para terdakwa tidak hanya PT Pertamina (Persero) tetapi juga PT Pertamina TBBM Manokwari Marketing Operation Region VIII Depot, Gubernur Papua Barat, Bupati Manokwari, Mewrry Vonny Sorbu, Denny Demianus Sorbu, Yermina Yeni Sorbu dan ATR/BPN Kabupaten Manokwari.

Adapun objek yang disengketakan terdiri dari lima bidang tanah dengan luas keseluruhan mencapai 56.697 meter persegi. Perkara perdata ini menuntut pembayaran tanah seluar 40.068 meter persegi yang diklaim belum dibayarkan. PT Pertamina Persero kalah di Pengadilan Negeri Manokwari dan dihukum membayarkan ganti rugi senilai Rp404 miliar dari total tuntutan sebesar Rp405 miliar. (PK-01/*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed