Beranda Ekonomi & Bisnis Pertumbuhan Ekonomi Papua Barat Triwulan 1 Tahun 2019 Kontraksi 0,26 Persen

Pertumbuhan Ekonomi Papua Barat Triwulan 1 Tahun 2019 Kontraksi 0,26 Persen

531
0
Ekonomi Papua Barat
Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik, Jerison Sumual dan Kepala BPS Provinsi Papua Barat Endang Retno Sri Subiyandani saat memaparkan data pertumbuhan ekonomi triwulan I 2019. Foto : RBM

MANOKWARI, PAPUAKITA.COM—Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Provinsi Papua Barat triwulan I 2019 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai 19.876.94 miliar dan atas harga konstan 2010 mencapai Rp14.692,29 miliar.

Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik, Jerison Sumual mengatakan, ekonomi Papua Barat dengan minyak dan gas bumi triwulan I 2019 mengalami kontraksi 0,26 persen menurun dibandingkan triwulan I 2018 sebesar 5,87 persen.

“Pertambangan dan penggalian jatuh sehingga pertumbuhan ekonomi Papua Barat tumbuh lambat. Tapi tanpa migas masih cukup baik di triwulan I 2019 tumbuh sebesar 6,95 persen,” kata Jerison saat menggelar pres rilis di kantornya, Senin (6/5/2019).

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh informasi dan komunikasi sebesar 14,21 persen. Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen konsumsi lembaga non profit (LNPRT) sebesar 16,19 persen.

Ekonomi Papua Barat dengan minyak dan gas bumi triwulan I 2019 bila dibandingkan triwulan IV 2018 (q-to-q) mengalami kontraksi 3,78 persen. Kontraksi ini lebih dalam bila dibandingkan triwulan yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar 3,44 persen.

Ia mengatakan, strutur perekonomian Papua Barat pada triwulan I 2019 didominasi oleh tiga lapangan usaha utama, yaitu industri pengolahan 26,22 persen; pertambangan dan penggalian sebesar 17,43 persen; dan konstruksi sebesar 15,47 persen.

“Dari sisi produksi pertumbuhan tertinggi dicapai oleh jasa keuangan dan asuransi sebesar 4,62 persen. Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen LNPRT sebesar 1,63 persen,” jelasnya.

Sementara Indeks Tendensi Konsumen (ITK), Jerison melanjutkan, ITK Papua Barat pada triwulan I 2019 menurun dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang berada di indeks 110,33.

Ia mengatakan, menurunnya kondisi ekonomi konsumen disebabkan oleh komponen indeks pendapatan kini yang menurun menjadi 82,57. Menurunnya ekonomi konsumen secara nasional terjadi di 26 provinsi dari 33 provinsi.

Lihat juga  Inflasi di Papua Barat Desember 2018 Sebesar 0,22 Persen

“Nilai ITK Papua Barat pada triwulan II 2019 diperkirakan sebsar 111,97. Artinya, kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan mengalami peningkatan. Konsumen cukup optimis dengan kondisi ekonominya,” tutup Jerison (RBM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.