Status Provinsi Konservasi Pengaruhi Minat Investasi di Papua Barat

MANOKWARI, PAPUAKITA.COM—Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi Papua Barat, Bungaran Sitanggang mengatakan, status Papua Barat sebagai provinsi konservasi telah mempengaruhi pertumbuhan berinvestasi di daerah ini.

“Memang ada sedikit dampak karena investor akan lebih berhati-hati untuk mencari potensi investasi yang akan mereka garap di daerah kita,” kata Bungaran Sitanggang.

Bungaran Sitanggang
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi Papua Barat, Bungaran Sitanggang. Foto : MR3

Penetapan provinsi Papua Barat sebagai provinsi konservasi sempat menimbulkan kekhawatiran bahwa pengelolaan SDA di daerah ini akan sulit dilakukan melalui investasi-investasi pihak ketiga. Akan tetapi, pemerintah kemudian mengubah nomenklatur provinsi konservasi—menjadi provinsi pembangunan berkelanjutan.

“Sebagai provinsi konservasi tetapi tentunya tidak kemudian kita jadi alergi terhadap investasi. Meskipun provinsi Papua Barat mendeklarasikan diri sebagai provinsi konservasi namun tidak alergi terhadap investasi,” ujar Bungaran.

Menurut Bungaran, keseimbangan antara konservasi dengan penumbuhan ekonomi kerakyatan harus berjalan seiringan—dalam penerapannya—tetap berdampak pada berkurangnya minat investasi di Papua Barat.

“Walaupun RTRW dan RDTR sekarang dalam proses revisi namun dalam peta konservasi sudah sangat jelas. Wilayah mana yang boleh digunakan dan mana yang tidak boleh. Hal ini yang menjadi acuan setiap OPD terkait dalam memberikan rekomendasi investasi,” lanjut Sitanggang.

Bungaran menambahkan, setiap izin yang dikeluarkan DPMPTSP sudah mendapatkan rekomendasi setiap dinas teknis yang terkait, sehingga tidak akan salah langkah dalam pemberian izin berinvestasi.

“Pemberian izin pada 2018 telah dikeluarkan izin sebanyak 2.600. Sementara hingga semester 1 tahun 2019, izin yang dikeluarkan berkisar 300-an izin,” tutupnya. (MR3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *