Beranda Hukum & Kriminal Ini Penyebab Pembakaran Rumah Kadin Pemberdayaan Perempuan Manokwari Selatan

Ini Penyebab Pembakaran Rumah Kadin Pemberdayaan Perempuan Manokwari Selatan

1054
0
Kabupaten Manokwari Selatan
Sejumlah sepeda motor yang ikut dirusak dalam insiden pembakaran rumah milik Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Selfi Ahoren. Foto : Istimewa

MANOKWARI, Papuakita.com – Rumah milik Kepala Dinas (Kadin) Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Manokwari Selatan, Selfi Ahoren dibakar, Minggu (27/5/2018).

Pembakaran rumah tersebut dilatarbelakangi sengketa tanah antara Selfi dengan Keluarga mendiang Isak Ahoren. Acara pemakaman dijadwalkan Senin (28/5/2018).

Kabupaten Manokwari Selatan
Sisa-sisa puing kebakaran rumah milik Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Manokwari Selatan, Selfi Ahoren yang dibakar secara sengaja oleh warga setempat. Foto : Istimewa

Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi, S.I.K dikonfirmasi mengungkapkan, sengketa tanah antara korban dan keluarga mendiang sudah terjadi sejak Sabtu 26 Mei.

“Sempat terjadi saling serang antara warga dan pihak korban. Salah seorang anggota keluarga tidak menerima kematian (mendiang) Isak Ahoren. Mereka menduga ia meninggal karena disantet atau suanggi,” kata kapolres.

Dalam kepercayaan masyarakat setempat, Suanggi adalah orang yang memiliki ilmu.

“Secara tiba-tiba massa yang begitu banyak langsung menyerang ke rumah kepala dinas pemberdayaan perempuan dan langsung menghancurkan rumah serta 4 motor dirusak dan 1 motor dibakar massa,” ujar Kapolres.

Dijelaskan kapolres, aparat dari Polsek Ransiki kewalahan menangani amukan massa. “Untuk mencegah serangan susulan, kita sudah siagakan 1 SST personel di TKP dibantu Koramil 1703-06/Ransiki,” katanya.

Pihak kepolisian sudah melakukan upaya mediasi, pascapembakaran rumah keadaan di daerah itu sudah kondusif. “Kami telah membicarakan hal ini di rumah duka agar tidak melakukan tindakan atau perbuatan yang melawan hukum dan fokus untuk pemakaman almarhum Isak Ahoren,” ujarnya.

Kapolres Adam menambahkan, sudah ada kesepakatan untuk menggelar pertemuan guna penyelesaian permasalahan tersebut. “Akan dibahas kembali setelah pemakaman almarhum,” katanya. (MKD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.