Beranda Hukum & Kriminal Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Papua Barat Meningkat di Masa Pandemi

Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Papua Barat Meningkat di Masa Pandemi

75
0
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua Barat Elsiana Sesa. Foto : TRI

MANOKWARI, PAPUAKITA.com—Jajaran Polres Manokwari mengonfirmasi telah menerima sejumlah pengaduan kasus kekerasan terhadap anak dalam 3 bulan terakhir di masa pandemi Covid-19.

“Benar, selama pandemi ada sejumlah orang tua yang buat Laporan Polisi (LP) di Polres Manokwari karena anaknya jadi korban kekerasan seksual,” kata Kasat Reskrim Polres Manokwari, AKP Musa Jedi Permana, Senin (29/6/2020).

Angka kekerasan terhadap istri dan anak masih tinggi di Papua Barat. Bahkan grafik kekerasan seksual terhadap anak meningkat di masa pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua Barat Elsiana Sesa mengungkapkan, kasus kekerasan seksual terhadap anak meningkat di masa pandemi, berdasarkan laporan dinas kabupaten/kota, maupun pengaduan langsung ke dinas provinsi.

“Kami terima laporan dari sejumlah kabupaten/kota di Papua Barat tapi ada juga yang mengadu kepada kami di dinas Provinsi,” kata Elsiana baru-baru ini.

Meski tidak membeberkan jumlah kasus, namun Sesa, mengatakan bahwa kasus kekerasan seksual terhadap anak di Papua Barat meningkat selama pemberlakuan work from home (WFH) bagi ASN dan pelajar akibat pandemi Covid-19.

Elsiana Sesa mengungkap, bahwa salah satu motif dari kekerasan seksual terhadap anak, karena pelaku lebih banyak di rumah dan terobsesi dari sisi negatif media daring.

“Satu kasus yang terjadi, saat ini di Manokwari, yaitu kekerasan seksual yang dilakukan oleh paman terhadap ponakan. Jadi, tindakan kejahatan seksual terhadap anak tak saja dari lingkungan luar tapi juga terjadi dalam lingkungan kerabat keluarga,” kata Sesa.

Pengawasan dan kontrol orang tua, lanjutnya sangat diharapkan ketika anak berada di rumah maupun beraktivitas di lingkungan luar.

“Kami hanya bisa dampingi kasus yang dilaporkan dan ditemui oleh relawan lapangan. Tapi selebihnya, kami harap peran serta orang tua dalam mengawasi aktivitas anak selama masa pandemi, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” pesan Elsiana Sesa. (TRI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.