Beranda Hukum & Kriminal Ops Patuh Mansinam 2020 Kedepankan Pendekatan Persuasif, Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

Ops Patuh Mansinam 2020 Kedepankan Pendekatan Persuasif, Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

241
0
Wakapolda Papua Barat, Brigjen Pol. Mathius D. Fahkiri ketika menyematkan pita Ops Patuh Mansinam 2020 di halaman Mapolda. Foto : Dok. Bidang Humas Polda PB

MANOKWARI, PAPUAKITA.com—Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat mulai menggelar Operasi Patuh Maninam 2020. Operasi akan digelar selama 14 hari, dimulai 23 Juli hingga 5 Agustus mendatang. Ops patuh Mansinam ini juga menjadi sarana yang tepat dalam menyosialisasikan protokol kesehatan Covid-19  kepada pengguna jalan.

Berbeda dari operasi kendaraan bermotor dalam kondisi normal, kali ini operasi juga akan mewajibkan penerapan protokol kesehatan Covid-19 bagi para pengendara.

Jajaran personel Polda Papua Barat ketika mengikuti apel Ops Patuh Mansinam 2020 di halaman Mapolda. Foto : Dok. Bidang Humas Polda PB

Kapolda Papua Barat dalam amanatnya, dibacakan oleh Wakapolda Papua Barat, Brigjen Pol. Mathius D. Fahkiri pada apel persiapan Ops Patuh Mansinam, Kamis (23/7/2020) mengatakan, Operasi Patuh 2020 lebih mengedepankan tindakan persuasif dengan mengajak pengendara menerapkan protokol kesehatan.

“Sesuai rencana garis besar ops, maka kedepankan tindakan prefentif dan persuasif serta humanis. Dengan maksud agar dapat memberi kesadaran tehadap tata tertib lalu lintas serta kebiasaan baru guna memutus mata rantai Covid -19,” katanya.

Terpisah, Dirlantas Polda Papua Barat, Kombes Pol Raydian Kokrosono menyampaikan, operasi tahun ini dilaksanakan di beberapa titik dengan melibatkan sedikitnya 180 personil.

“Tindakan hukum yang dikedepankan ialah persuasif dan humanis dengan orientasi mendisiplinkan masyarakat, untuk menerapkan protokol kesehatan serta menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas,” katanya Raydian.

Meski titik beratnya lebih pada peneguran, tindakan tilang tetap diberlakukan, dengan persentase tindakan hanya memiliki porsi 20 persen. Sementara 80 persen berupa peringatan kepada pengendara.

“Misalnya penindakan atau represif ditekankan pada tiga pelanggaran yakni, pengendara di bawah umur, tidak menggunakan helm, menerobos traffick light, dan berkendara di bawah pengaruh minuman keras,” bebernya.

Diharapkan dengan penindakan sasaran prioritas pelanggaran lalu lintas tersebut maka operasi patuh ini dapat menekan angka jumlah korban fatalitas dan meminimalisir kemacetan lalu lintas dan terwujudnya keselamatan tertib lancar berlalu lintas (kamseltibcarlantas).(TRI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.