Beranda Kesehatan Balai POM Manokwari: Banyak Bahan Pangan Berbahaya Dijual di Pasar

Balai POM Manokwari: Banyak Bahan Pangan Berbahaya Dijual di Pasar

166
0
Bupati Manokwari Hermus Indou menandatangani komitmen mendukung pangan bebas bahan berbahaya. Penandatanganan komitmen ini juga diikuti sejumlah stakeholder terkait. Foto : ARF

MANOKWARI, PAPUAKITA.comKepala Balai POM di Manokwari Herianto Baan mengatakan, banyak makanan mengandung bahan berbahaya masih beredar atau dijual di pasar. Hal itu diketahui dari hasil pengawasan dan pemantauan yang diikuti dengan pengujian bahan pangan.

“Kita ketahui banyak pangan yang mengandung bahan berbahaya seperti Boraks, Formalin, Rhodamin B, dan lainnya sekarang beredar,” kata Herianto Baan di sela penyelenggaraan Advokasi Kegiatan Intervensi Keamanan Pangan Tahun 2021 dan Pencanangan Zona Integritas Balai POM di Manokwari, Kamis (8/4/2021).

Balai POM, kata Herianto melalui advokasi kegiatan intervensi keamanan pangan pada program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK), terus meningkatkan pengawasan pangan maupun bahan pangan yang beredar di pasar.

“Pasar perlu diawasi. Sebab pasar menjadi pusat berkumpulnya masyarakat dari semua golongan. Juga tempat terjadinya transaksi, termasuk produk-produk pangan yang diolah secara tradisional maupun modern,” ujar Herianto Baan.

“Banyak bahan berbahaya dijual di pasar, inilah yang akan kita amankan agar pasar kita bisa bebas dari pangan yang mengandung bahan berbahaya,” sambungnya.

Diketahui program advokasi kegiatan intervensi keamanan pangan ini meliputi : Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD); Pasar Pangan Aman Berbasi Komunitas PPABK); Pangan Jajanan Untuk Anak Sekolah (PJAS).  Program ini merupakan program nasional yang sudah mulai sejak 2014 sampai sekarang.

Menurutnya salah satu tujuan dari program GKPD, adalah membangun kesadaran masyarakat tentang keamanan pangan terutama dari desa. Dengan alasan, masyarakat desa memiliki tingkat konsumsi informasi lebih rendah dibandingkan masyarakat perkotaan.

Di samping itu, lanjut Herianto Baan, program PPJA bertujuan memberikan pemahaman kepada pihak sekolah agar bisa maksimal melindungi peserta didiknya dari jajanan yang tidak sehat. Itu bisa dilakukan oleh pihak sekolah dengan menyiapkan kantin sekolah sekolah yang sehat, serta memilih penjual dengan jualan pangan sehat.

Lihat juga  Diperkirakan Angka Kehamilan di Papua Barat Meningkat Selama Massa Pandemi Covid-19

“Anak-anak sekolah itu rentan terhadap pangan berbahaya. Apa lagi kalau sudah beli cilok yang berwarna, minuman segar berwarna-warni. Makanan dan minuman yang berwarna itu kemungkinan mengandung bahan berbahaya itu bisa lebih besar karena produksinya dengan bahan murah. Tetapi makan seperti itu yang paling menarik bagi anak-anak sekolah,” ujar Herianto Baan lagi.

Herianto Baan menyatakan, ancaman pangan berbahaya yang beredar di pasar tidak saja pada bahan pangan kimia dan fisik. Tetapi bahan pangan yang tercemar mikrobiologi ternyata juga beredar di pasar.

“Dari segi pengujian juga didapati ada beberapa pangan dari segi mikrobiologi juga tidak aman. Ini bisa menyebabkan anak-anak mudah sakit perut, konsetrasi menurun hingga animea,” ungkapnya.

Herianto Baan menambahkan, Balai POM di Manokwari melaksanakan Advokasi Kegiatan Intervensi Keamanan Pangan Tahun 2021, agar masyarakat bisa terhindar dari pangan berbahaya baik secara kimia, fisik maupun mikrobiologi. (ARF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.