BPJS Kesehatan komitmen berikan layanan  JKN selama libur Lebaran 1445 H

JAKARTA, PAPUAKITA.com—BPJS Kesehatan berkomitmen untuk memudahkan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan memberikan akses pelayanan kesehatan yang diperlukan. Selama periode cuti bersama dan libur lebaran 1445 H yang jatuh pada tanggal 8 hingga 15 April 2024,

Komitmen ini mengacu pada prinsip portabilitas yang telah diterapkan BPJS Kesehatan.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti melalui keterangan resmi yang diterima, Rabu (20/3/2024), mengatakan prinsip portabilitas tersebut diwujudkan dalam memberikan jaminan pelayanan kesehatan yang mudah, cepat, dan setara bagi peserta JKN di seluruh wilayah Indonesia.

Peserta yang berada di luar wilayah tempat Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terdaftar, dapat mengakses pelayanan rawat jalan di FKTP lain paling banyak 3 kali kunjungan dalam waktu satu bulan.

“BPJS Kesehatan juga menyediakan berbagai kanal layanan seperti pelayanan piket di kantor cabang yang beroperasi dari pukul 08.00 hingga 12.00 waktu setempat. Bagi yang mengakses layanan non tatap muka melalui Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA), dapat dilayani dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB

Layanan yang disediakan bagi peserta JKN mencakup layanan informasi, layanan administrasi, dan layanan pengaduan. Selain itu, peserta JKN juga dapat memanfaatkan layanan administrasi JKN melalui Aplikasi Mobile JKN,” terang Ghufron.

Posko mudik

Selain itu, dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan kepada pemudik selama libur lebaran, BPJS Kesehatan telah menyiapkan Posko Mudik mulai dari tanggal 5 hingga 9 April 2024.

Lokasi Posko Mudik Kesehatan tersebar di beberapa titik strategis seperti Terminal Pulo Gebang di Jakarta Timur, Pelabuhan Merak di Banten, Rest Area Tol Cikampek KM 88A di Purwakarta, Rest Area Tol Palikanci KM 207A di Cirebon, Rest Area Tol Ungaran KM 429A di Kabupaten Semarang, Terminal Purabaya di Sidoarjo, dan Pelabuhan Soekarno-Hatta di Kota Makassar.

Adapun posko tersebut menyediakan berbagai layanan seperti konsultasi kesehatan, fasilitas relaksasi bagi pemudik, pemeriksaan kesehatan, penyediaan obat-obatan, tindakan sederhana darurat, dan pemberian rujukan bila diperlukan.

“Diharapkan masyarakat dapat merasakan kemudahan dan kenyamanan dalam mengakses layanan kesehatan selama periode libur lebaran ini,” ujar Ghufron.

Lihat juga  Tommy Soeharto: Gerobak Sembako Berkarya Jamin Kepastian Pangan Rakyat

Untuk peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau yang dikenal sebagai peserta mandiri, diimbau untuk rutin melakukan pembayaran iuran setiap bulannya per tanggal 10 agar status kepesertaan tetap aktif.

BPJS Kesehatan juga telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 960 ribu kanal pembayaran untuk mempermudah peserta JKN dalam melakukan pembayaran iuran.

Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Lily Kresnowati menjelaskan, BPJS Kesehatan telah menerapkan janji layanan JKN di fasilitas kesehatan, yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dalam rangka Transformasi Mutu Layanan.

Dengan adanya janji layanan JKN, peserta JKN dapat merasakan berbagai kemudahan dalam mengakses layanan JKN. Seperti cukup menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terdapat pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk mengakses layanan di fasilitas kesehatan, dan tidak memerlukan fotokopi berkas.

“BPJS Kesehatan juga menegaskan bahwa tidak ada biaya tambahan bagi peserta JKN saat mengakses layanan di fasilitas kesehatan, asalkan berobat sesuai prosedur, serta dilayani setara tanpa diskriminasi,” tegas Lily.

Peserta JKN dapat langsung menghubungi BPJS Kesehatan Care Center 165 untuk pencarian informasi fasilitas terdekat bagi yang melakukan perjalanan mudik. Lily menambahkan bahwa peserta JKN juga dapat mengakses melalui Aplikasi Mobile JKN untuk mengetahui lokasi fasilitas kesehatan terdekat.

“Kini terdapat fitur i-Care JKN yang dikembangkan oleh BPJS Kesehatan. Melalui inovasi ini, mempermudah dokter di fasilitas kesehatan mengakses riwayat medis peserta JKN dalam 12 bulan terakhir, guna memberikan pelayanan yang lebih cepat dan tepat. Bahkan peserta JKN pun dapat mengakses juga melalui Aplikasi Mobile JKN,” ucap Lily.

Lily mengimbau juga untuk selalu memastikan bahwa kepesertaan JKN kita semua aktif, sehingga saat hendak mengakses layanan di fasilitas kesehatan tidak terkendala.

Terpisah, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Manokwari dr. Dwi Sulistoyono Yudo menambahkan, sistematika pelayanan BPJS Kesehatan selama masa libur Lebaran 1445 H, dimulai 8-15 April, menyangkut pelayanan kesehatan di kantor cabang tetap buka dengan menerapkan sistem piket.

Lihat juga  BPJS Kesehatan Kini Lebih Dekat dengan Masyarakat

“Waktu pelayanan 08.00-12.00 WIT. Sama hal layanan PANDAWA ini mengikuti waktu bagian barat (WIB). Kemudahan administrasi JKN, yang sudah berjalan seperti saat ini tetap berjalan di masa libur, seperti : PANDAWA, Aplikasi Mobile JKN, VIKA, BPJS SATU, Care Center, Websitr, dan CIKA,
bebernya.

Aplikasi JKN Mobile

Dwi menyarankan, bagi peserta JKN yang hendak mudik ada baiknya men-down load apikasi JKN Mobile, dan mempelajari serta memahi menu layanan digital tersebut.

“Untuk pembayaran iuran, bagi peserta mandiri bisa memanfaatkan kanal-kanal pembayaran yang telah bekerja sama dengan BPJS. Bagi peseta penerima iuran bisa dilakukan pembayaran paling lambat tanggal 10 setiap bulannya. Termasuk layanan REHAB atau pembayaran tunggakan secara bertahap tetap berjalan di masa libur lebaran ini,” ungkapnya.

Dwi juga menegaskan, pelayanan kesehatan mengadopsi layanan janji layanan. Sehingga, peserta yang berobat cukup menunjukkan KTP (NIK), tidak perlu ada fotokopi KK dan KTP,

“Tidak ada iuran tambahan, tidak ada pembatasan hari rawat inap, faskes wajib siapkan ketersediaan obat. Tidak diperkenankan pasien beli atau cari di luar. Semua ini berlaku selama prosedur diikuti,” tutupnya.

Sekertaris Dina Kesehatan Provinsi Papua Barat Bachtiar menambahkan, Pemprov Papua Barat tetap membangun koordinasi dengan stakeholder, salah satunya BPJS Kesehatan dalam hal pelayanan kesehatan di masa libur lebara 1445 H.

“Koordinasi dengan seluruh faskes di wilayah kerja, agar peserta JKN yang butuh layanan harus dilayani,” tandasnya. (*/PK-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *