BPJS Kesehatan Manokwari gandeng FKTP sosialisasikan metode baru deteksi dini kondisi kesehatan

 MANOKWARI, PAPUAKITA.com—Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Manokwari, memberikan sosialisasi kepada seluruh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Kabupaten Manokwari mengenai Pelaksanaan Skrining Riwayat Kesehatan dan Pelayanan Penapisan atau Skrining Kesehatan Tertentu.

BPJS menggandeng seluruh FKTP di kabupaten Manokwari, untuk menerapkan skrining riwayat kesehatan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mengakses layanan kesehatan di FKTP.

Kepala BPJS Kesehatan dr. Dwi Sulistyono Yudo dalam sambutannya mengungkapkan, BPJS Kesehatan terus berupaya meningkatkan layanan kesehatan bagi peserta JKN dengan memberikan kemudahan pelayanan promotif dan preventif.

BPJS Kesehatan sebagai lembaga yang menyelenggarakan Program JKN tidak hanya memberikan upaya kuratif. Tetapi juga program promotif dan preventif, salah satunya adalah skrining riwayat kesehatan.

“Upaya peningkatan layanan kesehatan bagi peserta JKN selalu kita lakukan. Salah satunya dengan program promotif dan preventif skrining riwayat kesehatan ,skrining riwayat kesehatan yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan,” ungkap Dwi dikutip, Rabu (17/1/2024)

Akses layanan

Layan skrining kesehatan tersebut dapat diakses oleh peserta JKN secara online ataupun offline melalui fitur datang ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), Aplikasi Mobile JKN, Website BPJS Kesehatan (www.bpjs-kesehatan.go.id), chat assistant JKN (CHIKA), atau melalui scan barcode yang telah tersedia.

“Adapun hasil dari skrining riwayat kesehatan tersebut akan diketahui apakah peserta itu sehat, berisiko atau sakit,“kat Dwi.

FKTP di kabupaten Manokwari diharapkan memberikan perubahan pendekatan layanan kesehatan dengan memperkenalkan skrining riwayat kesehatan kepada peserta yang akan mengakses layanan kesehatan.

Dwi berharap, langkah ini dapat diambil oleh FKTP sebagai bagian dari komitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan yang mudah kepada peserta JKN.     

“Harapan saya FKTP di kabupaten Manokwari selalu memberikan pelayanan yang terbaik kepada peserta JKN, sehingga di FKTP tidak hanya untuk peserta JKN yang sakit saja yang dapat memanfaatkan layanan JKN, tetapi juga yang sehat dapat memanfaatkannya misalnya untuk melakukan skrining riwayat kesehatan,” ucap Dwi.

Lihat juga  Papua Barat tingkatkan cakupan peserta BPJS Kesehatan

Menurut Dwi FKTP melakukan skrining bertujuan untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan rinci tentang riwayat kesehatan pasien. Pertanyaan-pertanyaan khusus diajukan untuk mengidentifikasi riwayat penyakit, riwayat alergi, penggunaan obat-obatan, dan faktor risiko kesehatan lainnya.

“Skrining riwayat kesehatan di FKTP dapat membantu mengetahui empat risiko penyakit diantaranya penyakit Diabetes Mellitus, Hipertensi, Jantung Koroner, dan Ginjal Kronis,” ujarnya.

Dengan demikian, lanjut Dwi, FKTP bisa mendeteksi sedini mungkin risiko penyakit yang dapat dialami peserta di kemudian hari, dan juga dapat mengambil langkah awal dalam memberikan diagnose kepada peserta JKN.

Efisiensi pelayanan kesehatan

Selain manfaat langsung bagi peserta JKN, skrining ini juga diharapkan dapat mengoptimalkan efisiensi pelayanan kesehatan. Dengan memahami lebih baik riwayat kesehatan pasien, waktu dan sumber daya dapat dialokasikan secara lebih efektif, mengurangi risiko kesalahan medis dan mempercepat proses diagnosa.

Dalam kesempatan yang sama, Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari memberikan dukungan kepada BPJS Kesehatan terkait program promotive dan preventif.

“Program promotive dan preventif yang dilakukan BPJS Kesehatan untuk menurunkan angka penyakit kronis sangat saya apresiasikan, tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta tetapi juga membantu dokter dalam mengambil tindakan cepat dalam proses diagnosanya,” kata Kepala Seksi  Akreditasi Fasilitas Kesehatan dan Jaminan Kesehatan pada Dinas Kesehatan Ivo J Kojongian.

Ivo menambahkan, dinas memberikan dukungan kepada FKTP di kabupaten Manokwari untuk mengimplementasikan skrining riwayat kesehatan dan juga strategi yang dilakukan pada tahun 2024 untuk meningkatkan skrining Riwayat kesehatan.

Baca juga : Cukup dengan KTP, Nur bisa mendafar sebagai peserta BPJS Kesehatan

Skrining kesehatan ini merupakan langkah baik untuk memperkuat kolaborasi antar FKTP dan BPJS Kesehatan.

“Harapan saya kolaborasi yang baik dan langkah inovatif ini terus berlangsung, pelaksanaan skrining riwayat kesehatan di FKTP bukan hanya langkah menuju pelayanan kesehatan yang lebih baik, tetapi juga upaya bersama dalam menjaga kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” pungkasnya. (*/PK-01

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *