Beranda Kesehatan Dialihfungsikan Menjadi Faskar Covid-19, Fasilitas Balatkop Laik Pakai

Dialihfungsikan Menjadi Faskar Covid-19, Fasilitas Balatkop Laik Pakai

112
0
Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Koperasi UMKM Papua Barat, Gaudia Gaudensia Hae. Foto : ARF

MANOKWARI, PAPUAKITA.com—Fasilitas berupa 24 kamar berserta perlengkapannya di Balai Pendidikan dan Pelatihan Koperasi dan UMKM (Balatkop) Provinsi Papua Barat dalam kondisi laik pakai.

Bangunan yang terletak di JL. Drs. Esau Sesa di Kompleks Sowi Gunung, Kelurahan Sowi, itu dialifungsikan sementara menjadi fasilitas karantina (Faskar) untuk merawat pasien Covid-19.

Perwakilan masyarakat saat menandatangani berita acara persetujuan penggunaan Balatkop Papua Barat menjadi Faskar Covid-19. Foto : ARF

“Fasilitas yang ada di balai, itu ada asrama putra dan asrama putri yang masing-masing bisa menampung 22 orang. Setiap asrama ada 12 kamar. Tempat ini selalu kami siapkan sehingga sudah bisa digunakan. Semua fasilitas tersebut dalam kondisi laik pakai,” kata Kepala Balatkop, Gaudia Gaudensia Hae, Rabu (7/10/2020).

Kata Gaudia, kebutuhan air dan penerangan di balatkop mencukupi, tidak ada masalah. Bahkan untuk keamanan di lokasi ini pun sudah terjamin, itu dibuktikan dengan adanya pagar yang mengelilingi bangunan balatkop.

“Fasilitas yang ada di dalam kamar itu sudah satu paket, seperti umumnya fasilitas yang ada di tempat pelatihan. Untuk fasilitas hiburan lainnya belum ada. Fasilitas olahraga itu ada lapangan voli dan basket,” ujarnya.

Menurut Gaudia, penggunaan fasilitas balatkop tidak mempengaruhi aktivitas pegawai. Sebab fasilitas yang dijadikan tempat penampungan pasien Covid-19 terpisah, dan itu menjadi ranah dari satgas.

“Tenaga ASN di balatkop 5 orang dan dibantu 18 orang honorer,” tutupnya.

Terpisah, Ketua Satgas Covid-19 Provinsi Papua Barat, Derek Ampnir mengatakan, guna mendukung keberadaan salah satu faskar Covid-19 di Manokwari, pemprov Papua Barat dan pemkab Manokwari akan bersinergi dalam hal pembiayaan.

“Pemerintahan provinsi dan kabupaten akan bagi tugas. Diharapkan setelah ada pasien yang dirawat di faskar ini akan kita tempatkan keamanan supaya tertib. Yang tidak berkepentingan supaya tertib,” ujarnya.

Lihat juga  Simak Penjelasan Satgas Terkait Perkembangan Kasus Positif Covid-19 di Manokwari dan Teluk Bintuni
Ketua Satgas Covid-19 Provinsi Papua Barat Derek Ampnir. Foto : ARF

Ampnir menambahkan 15 orang dari perwakilan masyarakat akan dilibatkan dalam pengamanan faskar Covid-19. Sehingga, masyarakat ikut menjaga keberadaan faskar. Selain itu, kehadiran masyarakat juga akan meminimalisir masalah-masalah yang mungkin bisa muncul akibat ketidaktahuan masyarakat akan Covid-19.

“Kalau pemerintah saja, mereka bisa curiga. Misalnya, ada warga di sekitar faskar yang terpapar Corona, ada apa? Makanya masyarakat dilibatkan supaya menepis kecurigaan serta mereka itu menjadi penyalur informasi bagi komunitasnya,” pungkas Ampnir. (ARF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.