Beranda Kesehatan DPRD: Batasi Aktivitas di Bandara dan Pelabuhan, Galakkan Sosialisi Pencegahan Virus Corona...

DPRD: Batasi Aktivitas di Bandara dan Pelabuhan, Galakkan Sosialisi Pencegahan Virus Corona di Manokwari

246
0
Informasi pencegahan penyebaran virus corona (Covid 19) yang dikeluarkan oleh AMPG Kabupaten Manokwari. Foto : Istimewa

MANOKWARI, PAPUAKITA.com—Wakil Ketua DPRD Kabupaten Manokwari, Norman Tambunan menyatakan, segera pemerintah daerah mengambil langkah antisipatif, dalam rangka mencegah penyebaran penularan virus corona (Covid 19) di daerah ini.

Upaya antisipasi bisa dilakukan dengan mulai membatasi aktivitas di Bandar Udara dan Pelabuhan-pelabuhan laut. Juga menggalakkan sosialisasi pencegahan Covid 19 hingga ke tingkat distrik, kelurahan, serta kampung-kampung di kabupaten Manokwari.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Manokwari Norman Tambunan. Foto : ARF

“Pemerintah kabupaten Manokwari segera mengantisipasi wabah virus corona yang makin lama penyebarannya ke daerah-daerah, seperti informasi yang kita ikuti melalui media massa jumlah orang yang terinfeksi terus bertambah, bukan semakin berkurang,” kata Norman Tambunan kepada papuakita.com, Sabtu (14/3/2020).

Pembatasan aktivitas di bandara dan pelabuhan, lanjut Norman Tambunan, bisa dilakukan dengan menutup sementara penerbangan dan pelayaran, baik yang dari maupun menuju kabupaten Manokwari.

Di sisi lain, pemerintah daerah perlu menginstruksikan kepada pengelola pusat perbelanjaan dan pasar, agar menyediakan tempat cuci tangan sehingga kebersihan para pengunjung tetap terjadi meski berada di tempat umum tersebut.

“Melarang seluruh OPD untuk tidak melakukan perjalanan dinas ke luar Manokwari terutama ke daerah-daerah yang terkonfirmasi ada pasien positif Covid 19. Menunda sementara waktu kegiatan-kegiatan yang menghadirkan banyak orang. Pemerintah daerah wajib menyediakan masker di tempat-tempat umum,” ujarnya.

Norman Tambunan juga mendesak, pengawasan di areal Pabrik Semen Maruni harus diperketat guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat pabrik ini memiliki tenaga kerja asing. Menurutnya, pembentukkan relawan diperlukan dalam rangka membantu pihak medis bila mana di Manowkari sudah ada orang yang terinfeksi virus corona.

“Meliburkan sementara sekolah-sekolah dari tingkat TK, SD, SMP, dan SMA, baik sekolah negeri maupun swasta selama 14 hari ke depan juga perlu dilakukan. Bagi SMA yang masih melaksanakan Ujian Nasional bisa tetap melanjutkan kegiatan tersebut,” tuturnya,.

Lihat juga  Papua Barat Masuk Penyumbang Malaria, Terbesar di Manokwari Selatan

Norman Tambunan menambahkan, pemerintah harus segera mengeluarkan instruksi khusus, untuk menutup semua tempat hiburan malam (THM) termasuk lokalisasi 55 di Maruni. Juga mengimbau masyarakat di setiap tingkatan melakukan kegiatan pembersihan lingkungan tempat tinggal secara terjadwal.

“Segala upaya dalam rangka mencegah penyebaran virus corona di kabupaten Manokwari harus dilakukan dengan diawali dengan doa. Kita boleh berbuat dan merencanakan sesuatu tetapi tidak boleh menomorduakan Tuhan,” tutupnya.

Pemerintah kabupaten Manokwari telah membentuk tim penanganan virus corona. Pembentukkan tim ini dilakukan setelah ada rapat koordinasi dari pihak terkait. Diketahui, tim ini dikoordinir langsung oleh Dinas Kesehatan.

Upaya konfirmasi ke Kepala Dinas Kesehatan, dr. Alfred Bandaso terkait dengan langkah-langkah antisipatif, serta upaya tim dalam rangka menyikapi isu virus corona belum mendapat respon. (ARF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.