Beranda Kesehatan Pelaksanaan STBM: Kampung Wamesa From Zero to Hero

Pelaksanaan STBM: Kampung Wamesa From Zero to Hero

243
0
Salah seorang kader posyandu Kampung Wamesa, Distrik Manokwari Selatan, Rika Rumadas ketika menunjukan data pelaksanaan STBM. Foto : TRI

MANOKWARI, PAPUAKITA.com—Sempat dicap sebagai daerah merah dengan jumlah pasien muntaber terbanyak oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Kampung Wamesa di Distrik Manokwari Selatan, kini banyak berubah dan menjadi kampung percontohan pelaksanaan 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat atau STBM.

Rika Rumadas, salah seorang Kader Posyandu di lingkungan kampung Wamesa, menjadi salah satu motor perubahan besar itu. Banyak cerita terekam jelas dalam benak Rika, dimana saat belum adanya kesadaran masyarakat memiliki jamban dan saluran air yang bersih.

Kader Posyandu Kampung Wamesa, Distrik Manokwari Selatan, Rika Rumadas. Foto : TRI

“Tahun 2008 tercatat sebanyak 12 orang diare, sementara lima orang diantaranya meninggal dunia. Sehingga kampung ini dicap merah terkait dengan kondisi lingkungan penyebab diare. Dalam satu kampung hanya tujuh rumah yang memiliki MCK yang layak,” ujar Rika mengisahkan pengalamannya, Jumat (31/1/2020).

Kondisi bercerita lain, anak Rika Rumadas tertular muntaber. Ini menjadi titik balik perubahan dalam hidupnya, serta warga kampung Wamesa pada umumnya.

Dengan dana swadaya dari iuran masyarakat, dirinya dan 2 orang kader pasyandu berhasil mendirikan dua WC yang cukup layak meskipun dari segi tampilan hanya berdinding seng dan terpal seadanya.

“Kita berhasil membangun dua WC dari dana swadaya. Pada saat pembangunan WC ketiga bertepatan dengan munculnya program respek PNPM Mandiri. Jadi cukup banyak membantu dengan hadirnya sejumlah MCK umum di sejumlah titik di kampung Wamesa,” tuturnya.

Di pertengahan tahun 2011, warga kampung Wamesa mendeklarasikan diri untuk stop BAB (buang air besar) sembarangan. Bukti dan saksi komitmen diri yang terbuat dari papan sudah hancur termakan usia, kampung Wamesa masih bisa menjaga diri dari ancaman penyakit lingkungan yang kurang bersih.

Bahkan, menurut Rika Rumadas banyak masyarakat yang tidak tahu keberadaan kampung Wamesa, dan pernah mendapat penghargaan sebagai kampung percontohan STBM di tingkat nasional. Dimana, mengalahkan 300 kampung peserta dari 34 provinsi.

Lihat juga  BPJS Beri Pelayanan Jemput Bola Sasar Masyarakat Masni

“Sebagai wilayah pesirsir yang memiliki wilayah hutan bakau, kampung wamesa saat ini terlihat lebih rapi dan tertata. Dari 86 rumah masyarakat semua sudah memiliki WC yang layak serta sumur sebagai sumber air bersih,” terang Rika.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan, Suharso mengatakan, seluruh pilar STBM telah dilaksanakan oleh kampung Wamesa. Sehingga dijadikan sebagai contoh bagi 163 kampung lainnya yang ada di kabupaten Manokwari.

“Dari lima pilar STBM semua jalan. Pertama, tidak ada lagi buang air sembarangan. Kedua, sudah biasa mencuci tangan pakai sabun. Ketiga, pengelolaan sampah rumah tangga. Keempat, pengelolaan makanan dan air minum rumah tangga. Dan kelima, pengelolaan limbah rumah tangga,” beber Suharso.

Suharso menambahkan, keberhasilan pelaksaan STBM di kampung Wamesa perlu terus diperkenalakan agar memotivasi kampung lainnya. Agar dapat hidup sehat dan melaksanakan sistem 1.000 hari pertama kehidupan yang sehat. (TRI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.