Puluhan Personel BKO Teritorial Kodam XVIII Kasuari Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Manokwari

MANOKWARI, PAPUAKITA.com—Sebanyak 36 personel Satuan Bawah Kendali Operasi (BKO) Teritorial Komando Daerah Militer (Kodam) XVIII Kasuari terkonfirmasi positif Covid-19.

Puluhan personel tersebut merupakan bagian dari keseluruhan (411) personel BKO teritorial kodam yang akan ditempatkan di sejumlah Komando Distrik Militer (Kodim) Persiapan di beberapa kabupaten di Papua Barat.

Ratusan personel TNI ini berasal dari 12 kota utama di Indonesia. Atau tepatnya berasal dari sejumlah Kodam, yakni Kodam I Bukit Barisan, Kodam II Sriwijaya, Kodam III Siliwangi, Kodam IV Diponegoro, Kodam V Brawijaya, Kodam VI Mulawarman, Kodam IX Udayaya, Kodam XII Tajung Pura, Kodam XIII Merdeka, Kodam XIV Hasanuddin , Kodam Jaya dan Kodam Iskandar Muda.

“Kami sampaikan bahwa, 36 tambahan (kasus positif) Covid-19 ini berasal dari anggota TNI yang di-BKO kan Kodam XVIII Kasuari

Yang ditugaskan dari beberapa Kodam yang mengirim personelnya bertugas di Papua Barat,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Papua Barat, dr. Arnold Tiniap saat memberikan pernyataan pers bersama perwakilan pihak Kodam XVIII Kasuari melalui zoom meeting, Sabtu (18/7/2020).

Kedatangan ratusan personel satuan BKO teritorial Kodam Kasuari, ini menggunakan pesawat penerbangan komersil dari dari masing-masing. Mereka tiba di Manokwari secara bergelombang, dimulai sejak 28 Juni berturut-turut hingga 2 Juli. Saat berada di Manokwari, ratusan personel tersebut dikonfirmasi langsung menghuni Balai Diklat Provinsi di Andai.

Kata Tiniap, pemprov Papua Barat melalui Gugus Tugas (Gustu) Covid-19 ikut memberikan bantuan alat periksa Covid-19, untuk melakukan pemeriksaan kepada ratusan personel BKO Kodam Kasuari tersebut. Pemeriksaan kesehatan pun dilakukan melalui kolaborasi gugus tugas dan tim Kesehatan Kodam.

“Pemeriksaan dilakukan pada tanggal 15 Juli tehadap 177 orang. Dari hasil pemeriksaan pada saat itu ada 35 orang yang reaktif. Kemudian dari 35 orang ini dilakukan pemeriksaan PCR atau pengambilan swab dengan ditambah satu orang yang non reaktif. Hasilnya ternyata 36 orang ini positif,” jelas Tiniap.

Lihat juga  Sertijab Pangdam XVIII Kasuari dari Ilyas Alamsyah ke Haryanto

Hasil koordinasi gustu dengan pihak kodam terkait tindakan isolasi, saat ini ke 36 personel satuan BKO tersebut telah diisolasi di RSU provinsi Papua Barat di kompleks Marina.

“Ini untuk memudahkan pengawasan dari tim medis, kami juga akan didukung oleh tim kesehatan kodam. Kami juga akan meminta bantuan dari pemerintah kabupaten Manokwari,” sambungnya.

Guna memutus mata rantai penularan Covid-19, dan upaya memastikan seluruh personel satuan BKO yang bertugas di Papua Barat dalam kondisi sehat, gustu provinsi juga telah melakukan pengambilan swab dan memeriksa sekira 300 an sampel personel satuan BKO teritorial Kodam Kasuari. Seluruh proses pemeriksaan ini dilakukan di laboratorium RSU provinsi Papua Barat.

“Pun kalau ada kasus positif, kita akan ambil tindakan dan membantu bersama-sama dengan pihak kodam untuk melakukan penanganan, isolasi di tempat-tempat yang sudah disiapkan terutama di RSU provinsi Papua Barat. Kalau memang daya tampungnya belum bisa, kita bisa melakukan karantina di tempat yang disiapkan oleh pemerintah,” ujarnya.

Personel Kodim persiapan

Asisten Teritorial (Aster) Kodam, Kolonerl Inf. Hengki Yuda Setiawan mengatakan, 36 personel positif Covid-19, ini diproyeksikan akan dikirim ke Kodim Persiapan Kabupaten Sorong Selatan, Maybrat, dan Tambrauw.

“Saat ini mereka sudah diisolasi. Seyogyanya keseluruhan 411 personel ini akan dikirim ke wilayah-wilayah, namun kita melakukan pemeriksaan. 36 personel ini berasal dari Kodam I Bukit Barisan, Kodam IV Diponegoro, Kodam V Brawijaya, dan Kodam VI Mulawarman. Tentunya kita akan melakukan tracking dan mencari sampai ke akar permasalahan di mana mereka kontak,” katanya.

Hengki Setiawan menegaskan, personel satuan BKO teritorial ini sebelum diberangkatkan menuju ke Papua Barat, telah melakukan pemeriksaan kesehatan ketat dari daerah asal masing-masing. Baik pemeriksaan rapid tes sampai pengambilan swab. Upaya ini sesuai dengan instruksi Kepala Staf Angkatan Darat.

“Sampai di sini, mereka juga melaksanakan tes kesehatan secara keseluruhan termasuk juga dilakukan rapid tes. Kemudian mau berangkat ke wilayah penugasan, mereka juga akan melaksanakan rapid tes. Dan hasilnya seperti yang sudah disampaikan,” ujar dia.

Lihat juga  Catam Pedalaman Gelombang I Tahun Anggaran 2018, Ikuti Seleksi Garjas

Kepala Kesehatan Kodam (Kakesdam), Kolonel Ckm, dr. Azhari Ramdani mengatakan, 411 personel tersebut telah selesai menjalani pemeriksaan kesehatan melalui PCR tes. Pemeriksaan tersebut baru dituntaskan pada 18 Juli. Ia mengatakan, saat ini masih menunggu hasil dari lab RSU provinsi.

“Kami sudah menyelesaikan pelaksanaan PCR tes tadi sore. Sedangkan 36 personel ini adalah hasil pemeriksaan rapid tes yang dilakukan pada 15 Juli lalu. Ada yang reaktif langsung dilaksanakan PCR tes dan hasilnya positif,” jelasnya.

Ahzari menambahkan, dinamika dan probalitas (kemungkinan) penularan Covid-19 cukup tinggi. Kondisi itu dikarenakan rute perjalanan yang dilalui masing-masing personel ini masih sangat memungkinkan. Dirinya mengatakan, sebelum diberangkatkan ke tempat tugas, kembali para personel melakukan pemeriksan kesehatan.

“Kita juga melakukan pemeriksaan sejak 28 Juni sampai terakhir tanggal 2 Juli termasuk pemeriksaan covid. Karena persyaratan penerbangan harus rapid tes, maka kita lakukan pemeriksaan itu, dan hasilnya ada yang reaktif. Kita lanjutkan dengan PCR tes,” tutupnya.

Diketahui, ratusan personel satuan BKO ini akan ditugaskan di Kodim Persiapan kabupaten Sorong Selatan, Maybrat, dan Tambrauw. Kemudian di daerah Manokwari, adalah kabupaten Manokwari Selatan dan Teluk Wondama. (ARF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *