Beranda Kesehatan Tenaga Kesehatan Keluhkan Insentif, Alfred Bandaso: Dana Rp1,2 Miliar Siap Direalisasikan

Tenaga Kesehatan Keluhkan Insentif, Alfred Bandaso: Dana Rp1,2 Miliar Siap Direalisasikan

78
0
Ketua Gugus Tugas Covid-19, drg. Hendri Sembiring ketika bersama petugas kesehatan melakukan pemakaman salah satu pasien yang meninggal karena terpapar Covid-19. Foto : Istimewa

MANOKWARI, PAPUAKITA.com—Insentif yang diperuntukkan bagi tenaga kesehatan yang menangani pademi Covid-19 di Manokwari, hingga kini belum direalisasikan. Padahal penanganan Covid-19 sudah berjalan sejak Maret lalu.

“Teman-teman di ruang pelayanan bertanya, penanganan Covid-19 sudah sejak bulan Maret. Tapi, sampai sekarang insentif belum bisa diproses. Kami sampaikan agar penyelesaian insentif dipermudah supaya teman-teman kami semakin semangat dalam pelayanan,” kata Pjs. Direktur BLUD RSU Manokwari, Joloan Simanjutak, Senin (21/9/2020).

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, dr. Alfred Bandaso mengatakan, dana insentif bagi tenaga kesehatan yang bertugas menangani pademi Covid-19 siap direalisasikan. Ia mengatakan, pemerintah kabupaten (Pemkab) telah menerima transfer dana dari Pemerintah Pusat senilai Rp1,2 miliar dana insentif bagi tenaga kesehatan di Manokwari.

“Insentif yang ditanyakan ini, adalah insentif dari Kementerian Kesehatan. Kalau insentif ini administrasi keuangannya tidak sama seperti insentif yang diberikan dari kabupaten (pemerintah daerah, red), beda sistem administrasinya. Dari pusat itu minta dibuatkan dulu sistem pertanggungjawabannya

Uangnya sudah ada, tinggal dibuatkan pertanggungjawabannya. SPD (surat penyediaan dana) sudah masuk di BPKAD. Selanjutnya, diterbitkan SPM (surat perintah membayar) setelah itu baru dibuatkan SP2D (surat perintah pencairan dana), kan tahapan-tahapan seperti itu,” jelas Bandaso.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, dr. Alfred Bandaso. Foto : ARF

Kata Bandaso, soal kapan dana insentif tersebut sudah bisa direalisasikan, belum bisa dipastikan. Sebab, prosesnya itu semua bergantung pada cepat atau lambatnya penyelesaian administrasi pertanggungjawaban.

“Jadi, dananya itu langsung ditransfer ke rekening masing-masing individu, bukan ke rekening dinas kesehatan. Setelah SP2D, dana langsung masuk. Jadi, tunggu saja direkening,” ujar Bandaso sembari mengatakan proses peng-in put-an nomor rekening petugas berjalan lambat sehingga ikut mempengaruhi transfer dana insentif.

Dalam kesempatan yang sama, Plh. Bupati Manokwari Edi Budoyo menambahkan, realisasi insentif bagi tenaga kesehatan menjadi tugas dari dinas kesehatan.

Lihat juga  White Tea, Teh Termahal dari Indonesia, Apa Khasiatnya?

“Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama lagi insentif sudah bisa dicairkan supaya para tenaga kesehatan ini bertambah semangat lagi dalam melaksanakan tugasnya,” tutup Edi Budoyo.

Penyaluran insentif bagi tenaga kesehatan yang menangani pademi Covid-19 tertuang didalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72/2020. Pemerintah mengalokasikan dana kesehatan penanganan pandemi senilai Rp87,55 triliun. Sejumlah Rp5,9 triliun diantaranya berupa insentif tenaga kesehatan.

Diketahui, perpanjangan penyaluran insentif tenaga medis juga diperkuatan dengan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) No. HK.01.07/Menkes/392/2020.

Lebih kurang bunyi KMK tersebut “Insentif dan santunan kematian bagi tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 diberikan terhitung mulai Maret 2020 sampai dengan bulan Mei 2020, dan dapat diperpanjang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan”.

Pemerintah menetapkan insentif bagi dokter spesialis senilai Rp15 juta per bulan, sedangkan dokter umum dan dokter gigi akan mendapatkan Rp10 juta per bulan. Bidan dan perawat akan mendapatkan insentif Rp7,5 juta per bulan, sedangkan tenaga kesehatan lainnya mendapatkan Rp5 juta per bulan.

Adapun untuk tenaga kesehatan yang meninggal dunia karena terinfeksi virus Corona, akan diberikan santunan kematian senilai Rp300 juta. (ARF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.