Beranda Kesehatan Vaksinasi Covid-19: Lampu Hijau untuk Kelompok Komorbid dan Penyintas

Vaksinasi Covid-19: Lampu Hijau untuk Kelompok Komorbid dan Penyintas

158
0
Vaksinasi Covid-19 tenaga kesehatan secara massal di Kabupaten Manokwari. Kementerian Kesehatan menargetkan vaksinasi tenaga kesehatan bisa rampung pada akhir Februari 2021. Foto : ARF

JAKARTA, PAPUAKITA.comOrang dengan komorbid sekarang bisa mendapatkan suntikan vaksin Covid-19, asalkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ini menjadi lampu hijau dalam pelaksanaan vaksinasni Covid-19.

Hal ini ditegaskan Kementerian Kesehatan RI melalui surat edaran (SE) nomor HK.02.02/I/368/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 pada Kelompok Sasaran Lansia, Komorbid dan Penyintas Covid-19, serta Sasaran Tunda.

Juru bicara Vaksinasi Covid-19, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, menjelaskan bahwa surat edaran tersebut didasari pada kajian Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional serta Perhimpunan Dokter Penyakit Dalam (PAPDI) dan Perhimpunan Kardiologi Indonesia (Perki).

“Hasil kajian menyebutkan vaksinasi Covid-19 dapat diberikan pada kelompok usia 60 tahun ke atas, ibu menyusui, penyintas Covid-19 setelah 3 bulan, dan komorbid,” jelas dr. Siti Nadia melalui siaran pers seperti dilaporkan Tim Komunikasi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Ahad (14/2/2021).

Surat yang ditujukan kepada kepala dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota tersebut menjelaskan skrining vaksinasi bagi kelompok komorbid dan penyakit kronik lainnya dengan ketentuan yang harus dipenuhi.

Kepala dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia diharapkan segera melakukan tindakan korektif yang diperlukan dalam rangka meningkatkan kelancaran pelaksanaan vaksinasi dan percepatan peningkatan cakupan vaksinasi Covid-19.

Siti Nadia mengatakan, pelaksanaan pemberian vaksin harus tetap mengikuti petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Ia menambahkan, kelompok usia 60 tahun ke atas pemberian vaksinasi diberikan dua dosis dengan interval 28 hari.

Selain itu terdapat skrining tambahan bagi sasaran usia lebih 60 tahun seperti adakah kesulitan untuk naik 10 anak tangga, sering merasa kelelahan, memiliki penyakit komorbid, kesulitan berjalan 100-200 m dan ada penurunan berat badan yang signifikan dalam setahun terakhir.

Lihat juga  Kemitraan BPJS Kesehatan dengan Jasa Raharja Melalui INSIDEN, Tingkatkan Layanan Lakalantas

Sementara untuk kelompok komorbid, dalam hal ini hipertensi, dapat disuntik vaksin kecuali jika tekanan darahnya di atas 180/110 MmHg. Bagi kelompok komorbid dengan diabetes dapat divaksinasi sepanjang tidak ada kondisi akut.

“Bahkan seorang penyandang kanker dan penyandang penyakit autoimun masih memungkinkan mendapatkan vaksinasi setelah dikonsultasikan kepada dokter yang merawat,” papar dr. Siti Nadia.

Cakupan vaksinasi semakin luas, penyintas Covid-19 juga dapat disuntik vaksin jika sudah lebih dari 3 bulan.

Sementara itu, untuk kelompok sasaran tunda akan diberikan informasi agar datang kembali ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk memperoleh vaksinasi Covid-19 setelah penyakitnya dapat kondisi terkendali atau telah mendapatkan surat keterangan layak imunisasi dari dokter yang merawatnya.

Ditambahkan, untuk mendukung proses vaksinasi, seluruh Pos Pelayanan Vaksinasi dilengkapi kit anafilaksis dan berada di bawah tanggung jawab Puskemas atau rumah sakit.

“Kesiapan pos pelayanan vaksinasi akan sangat berperan dalam meningkatkan kelancaran pelaksanaan vaksinasi dan percepatan peningkatan cakupan vaksinasi Covid-19,” tutup dr. Siti Nadia. (*/ARF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.