Beranda Lingkungan Dua Daerah dengan Pontensi Tinggi Kebakaran Hutan dan Lahan di Papua Barat

Dua Daerah dengan Pontensi Tinggi Kebakaran Hutan dan Lahan di Papua Barat

481
0
Kebakaran hutan dan lahan
Rapat koordinasi antisipasi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Papua Barat. Foto : RBM

MANOKWARI, PAPUA KITA.COM – Luas wilayah Provinsi Papua Barat yang terdiri dari 12 kabupaten dan satu kota, tidak lepas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Kabupaten Sorong dan Fak-fak menjadi daerah dengan potensi tinggi kebakaran hutan dan lahan di Papua Barat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat Derek Ampnir mengatakan, wilayah Papua Barat miliki ancaman dan potensi kebakaran hutan tinggi yang disebabkan karena kandungan mineral.

“Kalau hutan gambut itu kurang, kita punya faktor mineral saja. Daerah-daerah yang punya potensi itu seperti Sorong dan Fak-fak. Itu sudah dipetakan,” kata Ampnir di sela Rapat Koordinasi Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Papua Barat, yang digelar dikantornya, Jumat (1/3/2019).

Rapat koordinasi yang digelar sehari, ini bertujuan untuk memantapkan peran masing-masing instansi/lembaga dalam hal mengantisipasi terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan serta langkah-langkah yang harus diambil pada saat terjadi kebakaran maupun pascakebakaran.

“Wilayah kita ini luas, kalau ada kejadian akan sulit diatasi karena kondisi tersebut. Pertemuan ini menjadi penting sehingga pada saat kejadian, semua pihak sudah tahu apa yang harus dilakukan,” ujar Ampnir.

Menurut Ampnir, darah lain di Papua Barat memiliki pontensi kebakaran hutan dan lahan yang relatif rendaha dibandingkan dua daerah tersebut. BMKG dan Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) juga telah memprediksi potensi serta ancaman kebakaran di Indonesia termasuk di wilayah Papua Barat.

“Kita tetap harus antisipasi. Termasuk pembakaran sampah yang bisa timbulkan asap dan mengakibatkan penyakit ispa, serta mengganggu kelancaran transportasi udara. Kita juga harus antisipasi asap kiriman dari provinsi tetangga terdekat, seperti Merauke, Papua dan Maluku. Kita pernah alami kondisi ini tahun 2015,” ungkap Ampnir.

Lihat juga  Sempat Nonjob, Abdul Fatah Dipercaya Nahkodai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan PB

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisikan (BMKG) memprediksi ancaman kebakaran hutan dan lahan rentan terjadi di 11 provinsi di Indonesia.
Adapun 11 provinsi tersebut, Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimanta Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua. (RBM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.