Beranda Lingkungan Hujan Deras Landa Papua Barat, Ratusan Rumah di Sorong dan Manokwari Terendam...

Hujan Deras Landa Papua Barat, Ratusan Rumah di Sorong dan Manokwari Terendam Banjir

182
0
Permukiman warga di Kampung Petrus Kafiar terendam banjir pascahujan deras yang mengguyur Manokwari, Senin pagi-malam (10/6/2019). Foto : Istimewa

MANOKWARI, PAPUAKITA.COM—Curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, melanda Kabupaten Manokwari, Senin (9-10 Juni 2019), telah memicu banjir. Dilaporkan sedikitnya 30 rumah di Kampung Petrus Kafiar, Distrik Manokwari Utara, terendam dengan ketinggian air mencapai 1-1,5 meter.

“Sebanyak 30 rumah terendam banjir luapan salah satu sungai di daerah tersebut. Kami sudah mendata dan sudah dilaporkan ke BNPB di Jakarta,” kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Papua Barat, Derek Ampnir ketika dikonfirmasi, Senin malam.

Sungai Wosi
Kepala BPBD Provinsi Papua Barat berbincang dengan warga di sela-sela peninjauan ke lokasi banjir di Kelurahan Wosi, Kamis (17/1/2019). Dok. BPBD Provinsi Papua Barat

Menurut Ampnir, banjir sebelumnya telah merendam sebanyak 550 rumah di Kelurahan Klamalu dan Klasuluk, Distrik Mariat, kelurahan Mariat Pantai dan Malasom, distrik Aimas, kabupaten Sorong.

“Hujan di kabupaten Sorong yang terjadi sejak 8-9 Juni 2019, selain merendam rumah warga, juga mengakibatkan 100 hektar lahan perkebunan terendam dengan ketinggian 50 cm hingga 1 meter,” katanya.

Meski demikian, lanjut Ampnir, BPBD setempat telah melaporkan, bahwa banjir sudah surut.

“Korban jiwa nihil. Hujan dengan intensitas tinggi selama 4 jam pada hari sabtu dan berlanjut hingga Minggu, berakibat pada meluapnya Sungai Mariat yang membuat wilayah di sekitar DAS terendam sampai pinggang orang dewasa,” jelas Ampnir.

Beberapa daerah di wilayah kabupaten Manokwari, seperti kampung Petrus Kafiar, kampung Jawa dan kampung Tanimbar di kelurahan Wosi, merupakan daerah ‘langganan’

“Kami sudah koordinasi dengan BPBD Manokwari untuk bersama dengan kelompok siaga untuk standby di sejumlah lokasi rawan banjir,” ujar Ampnir.

Ampnir menambahkan, pengelola jasa pelayaran juga diharapkan memperhatikan kondisi cuaca yang ada, termasuk jalur darat ruas jalan trans Manokwari Selatan-Teluk Bintuni.

Sementara itu, BMKG memprediksi potensi curah hujan tinggi masih berpeluang terjadi hingga 5 hari ke depan (11-15 Juni 2019). Papua Barat merupakan salah satu wilayah dengan potensi hujan deras.

Selain potensi hujan, gelombang tinggi 2.5 hingga 4.0 meter diperkirakan juga berpotensi terjadi di sejumlah perairan di Indonesia termasuk di perairan Papua Barat. (RBM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here