Beranda Lingkungan Tim Comdev Fapet Unipa dan PT MPHS, Sinergi Wujudkan Energi Terbarukan

Tim Comdev Fapet Unipa dan PT MPHS, Sinergi Wujudkan Energi Terbarukan

224
0
Pertemuan Tim Community Development (Comdev) Unipa dan PT MPHS. Foto : Dok. Tim Comdev

MANOKWARI, PAPUAKITA.com—Tim Community  Development (Comdev) atau pengembangan masyarakat, yang terdiri atas akademisi Fakultas Peternakan (Fapet) dan alumni Universitas Papua (Unipa) yang dikoordinir oleh Prof. Budi santoso; dan beranggotakan Evi Warintan Saragih, S.Pt., M.Sc., PhD; Yohanes Ada Lebang, SP., M.Si, Purwaningsih, S.Pt., M.Sc.,  Iriani Sumpe, S.Pt., MP

Melakukan pertemuan bersama Manajemen PT Medco Papua Hijau Selaras di Sidey, Sabtu (10/10/2020). Pertemuan tersebut dalam upaya mewujudkan pengelolaan program kegiatan energi terbarukan melalui Corporate Social Responsibility (CSR).

Tim Community Development (Comdev) Unipa. Foto : Dok. Tim Comdev

Koordinator Tim, Budi Santoso, tim comdev akan melakukan pengelolaan hasil sampingan dari tanaman kelapa sawit maupun limbah yang dihasilkan dari aktivitas pabrik pengolahan kelapa sawit milik PT Medcopapua Hijau Selaras (MPHS).

Diketahui, luas lahan perkebunan kelapa sawit PT MPHS mencapai 13.850 hektar yang berada di distrik Sidey, Kabupaten Manokwari.

Dikatakan, dukungan CSR PT MPHS sesuai amanat Undang Undang nomor 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas dan Undang Undang nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup

Demi mewujudkan pengelolaan  usaha perkebunan kelapa sawit yang ramah lingkungan serta pemanfaatan energy terbarukan melalui kemitraan Tanggungjawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

“Kegiatan yang dirancang dan akan dilaksanakan dalam upaya  menciptakan kemajuan  kondisi ramah lingkungan, ekonomi  dan  sosial  warga  masyarakat  melalui  partisipasi  aktif

Dimana pada akhirnya akan menumbuhkan prakarsa dan kemandirian masyarakat itu sendiri maupun good corporate governance, menuju pembangunan berkelanjutan di kabupaten Manokwari, provinsi Papua Barat,” harap Budi melalui keterangan pers yang diterima.

Evi Saragih menyampaikan, selama ini  program pengembangan masyarakat untuk bidang peternakan sapi sudah berjalan pada beberapa kelompok petani peternak di Kampung Majemus, distrik Masni.

Lihat juga  Waspadai Ancaman Banjir di Wilayah Teluk Wondama

Kendati demikian, masih terkendala terkait sinergitas antarkelompok maupun pemilik potensi pakan yang mampu dimaksimalkan pengelolaannya, khususnya dari tanaman kelapa sawit yang sangat bermanfaat.

Selain itu, pelaksanaan kegiatan pembuatan biogas juga masih terkendala karena ketersediaan bahan baku Solid,  namun dapat dimaksimalkan dengan pemanfaatan kotoran (feses) ternak.

Menurut Evi, kemitraan yang akan ditindaklanjuti terkait dukungan pihak PT MPHS melalui CSR diantaranya, sinergitas kegiatan Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa sawit (SISKA) sebagai sumber pakan alami ternak; biogas sebagai sumber energi terbarukan; produksi pakan komplit untuk ternak sapi sebagai pakan alternatif;  pupuk organik cair (POC) dan pupuk kompos; produksi briket arang, dan lain sebagainya.

Mewakili PT MPHS, Act. Mill Manager, Ganda M. Situmorang, menyambut baik usulan kemitraan yang akan dibangun bersama dan akan mendukung beberapa kegiatan sesuai kemampuan dan potensi yang dimiliki perusahaan saat ini, khususnya dalam ketersedian bahan pakan bagi ternak.

Ke depan, lanjut Ganda Situmorang, perlu menginventarisasi seluruh peternak guna bekerja sama dengan semua pihak agar peternak yang ada di dataran Sidey dan sekitarnya dapat menyatukan pendapat terkait hal yang baik ini untuk peningkatan kegiatan ekonomi produktif.

“Kita berharap juga program inovasi dan terobosan ini dapat bermanfaat yang besar bagi masyarakat maupun perusahaan, dan memberikan dukungan semaksimal mungkin dengan keterbatasan yang dimiliki perusahaan,” imbuhnya.

Sekretaris Jendral DPP Ikatan Alumni Unipa, Yohanes Ada Lebang menegaskan, kiprah alumni dengan semangat “Ilmu Untuk Kemanusiaan” terus digelorakan untuk kepentingan dan bermanfaat kepada masyarakat, pemerintah maupun almamater.

Sehingga kegiatan yang akan dilaksanakan diharapkan menjadi perhatian serius manajemen PT MPHS dan menjadi komitmen bersama membangun Tanah Papua, khususnya dengan hadirnya perkebunan kelapa sawit dapat memberikan dampak dan manfaat positif.

Lihat juga  Pembuangan Wadah Pupuk Kimia di Anak Sungai Waramui Tak Pengaruhi Kualitas Air

Lebang yang juga menjabat Ketua Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Lingkungan, Unipa mengharapkan, dengan komitmen bersama dukungan CSR ini yang merupakan kewajiban perusahaan sesuai perundang-undangan yang ada

Juga menjadi contoh dan teladan bagi semua perusahaan di Tanah Papua, khususnya atas dukungan tanggung jawab sosial dan lingkungan.

“Sehingga perusahaan dapat mulai mengomunikasikan kegiatan CSR berupa penyelarasan kebijakan, penyusunan perencanaan strategis, pelaksanaan mekanisme kerja hingga pada monitoring, evaluasi dan pendokumentasian pelaksanaan kegiatan secara bertanggungjawab

Lebih dari itu bagaimana memulai bersama untuk memikirkan dan mengomunikasikan kehadiran Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Lingkungan di atas Tanah Papua yang sedang kami rintis,” tutup Lebang. (*/ARF)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.