by

Aspirasi Warga Kampung Tanah Merah: DPRD Manokwari Sarankan Uji Laboratorium Pembanding

MANOKWARI, PAPUAKITA.com—Aspirasi warga Kampung Tanah Merah, Distrik Warmare terkait dugaan pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas pabrik semen milik PT SDIC di daerah Maruni, distrik Manokwari Selatan, telah ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Manokwari bersama DPRD, serta stakeholder terkait.

Anggota DPRD Alosius Siep mengatakan, Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup, dan perwakilan Universitas Papua (Unipa) telah turun ke lokasi kampung Tanah Merah, untuk melihat dari dekat kondisi tanaman perkebunan yang dikeluhkan warga mengalami kerusakan.

Anggota DPR Papua Barat, Alosius Siep. Foto : ARF

“Untuk memastikan dugaan pencemaran lingkungan harus dilakukan uji laboratorium. Uji laboratorium tidak cukup pada satu laboratorium tetapi harus ada uji lagi pada laboratorium yang lain sebagai pembanding. Sehingga hasilnya objektif dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Siep.

Menurut Siep, sampel tanaman maupun material lain yang dibutuhkan untuk uji sampel segera diambil oleh perwakilan lembaga yang memiliki kompetensi di bidangnya. Dan kemungkinan besar, sampel tanaman dari kampung Tanah Merah akan diuji pada laboratorium di daerah Bogor.

“Warga kampung Tanah Merah menyampaikan bahwa sebelum ada aktivitas pabrik semen di sekitar wilayah perkampungan mereka tanaman perkebunan mempunyai hasil yang melimpah. Bahkan hasilnya bisa dijual di pasar dan cukup untuk membantu pendapatan warga,” kata politikus Partai Perindo ini.

Warga kampung Tanah Merah, lanjut Alosius Siep, menyampaikan kerusakan tanaman perkebunan, ini sudah terjadi sejak tahun 2015 silam. Di mana, puncanya dirasakan pada 2019 hingga memasuki awal 2020.

“Masyarakat sampaikan bahwa tanamannya baik saja dan hasilnya banyak. Tapi setelah pabrik semen beroperasi kecurigaan mereka itu lebih ke pabrik semen. Ini menurut masyarakat, kita harus lihat lagi apakah benar akibat aktivitas pabrik semen atau faktor lain. untuk itu, butuh kajian laboratorium,” ujar Siep lagi. (ARF)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *