by

Bangunan liar di Pasar Wosi segera ditertibkan

MANOKWARI, PAPUAKITA.com—Pemerintah Kabupaten Manokwari segera menertibkan bangunan dan lapak liar di Pasar Wosi dalam sepekan ke depan. Upaya penertiban areal pasar dari bangan liar tersebut dilakukan guna pembangunan kembali bangunan pasar yang ludes terbakar pada 9 Mei lalu.

Bupati Manokwari Hermus Indou menegaskan, upaya penertiban bangunan liar juga akan dilakukan di pasar Sanggeng dan pasar Borobudur. Sebab kondisi sejumlah pasar tersebut sangat semrawut.

“Penertiban di pasar ini akan melibatkan satgas trantib yang sudah dibentuk, baik untuk pasar Sanggeng, Borobudur maupun juga pasar Wosi. Kita harapkan semua yang semrawut itu kita tertibkan kembali sehingga tidak merugikan para pedagang maupun masyarakat Manokwari,” ujar Hermus usai sidak ke pasar Wosi, Jumat (13/5/2022).

Kesemrawutan, menurut Hermus Indou, akibat keberadaan bangunan liar ini menjadi salah satu potensi yang dapat memicu terjadinya musibah kebakaran di pasar. Seperti yang terjadi di Pasar Wosi pada 9 Mei lalu.

Pemerintah kabupaten Manokwari, tambah Hermus, penertiban bangunan liar akan diikuti dengan pembangunan bangunan darurat di pasar wosi. Yang diprediksi memakan waktu hingga 2 bulan ke depan.

Sekretaris Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi, Herman mengatakan, sebanyak 1.037 pedagang di pasar Wosi terdata sebagai wajib pajak. Menurutnya, ribuan pedagang ini menempati bangunan resmi maupun bangunan yang dibuat sendiri untuk beraktivitas.

“Tempat jualan yang tersedia, ya memang ada tempelan-tempelan. Mereka ini wajib pajak sehingga tetap kami data. Justru itu semaksimalkan mungkin kami akan siapkan tempat. Korban kebakaran itu 568 pedagang yang menempati los 1 sampai los 6,” ujarnya.

Pantauan PAPUAKITA.com di lokasi pasar Wosi pasca-kebakaran, mulai muncul bangunan-bangunan liar termasuk keberdaan kios dan lapak jualan yang juga telah menutup ruas jalan lingkar pasar. (PK-01)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *