oleh

BMKG Imbau Warga Manokwari Tak Terpancing Informasi Menyesatkan

MANOKWARI, Papuakita.com – Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Rendani, Manokwari, Denny Puttiray mengimbau warga di daerah ini tak terpancing informasi menyesatkan pascagempa bumi 5,4 magnitudo yang mengguncang Kabupaten Sorong Selatan, Rabu (26/9/2018) petang tadi.

“Gempa yang terjadi kekuatannya 5,4 magnitudo, tidak berpontensi tsunami. Kami imbau masyarakat tetap tenang, jangan panik. Kalau bisa mencari informasi dari sumber yang benar. Sekarang ini gempa sedikit isu tsunami yang beredar luar biasa,” ujar Denny.

Beberapa warga yang berhasil dikonfirmasi secara terpisah mengaku merasakan guncangan gempa bumi tersebut. “Gempa bumi cukup terasa,” kata Abdul Muin, salah seorang warga Amban.

“Gempanya terasa tetapi tidak terlalu menimbulkan kepanikan masyarakat. Alhamdulillah aman,” ujar Nur Astuti warga kompleks Kampung Ambon, Manokwari.
Sebelumnya, Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG melaporkan gempa bumi terjadi 5,3 magnitudo pada pukul 16.27 WIB. Atau pukul 18.27 WIT.

Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,91 LS dan 133,09 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 77 km arah timur laut Kota Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, Propinsi Papua Barat pada kedalaman 20 km.

Adapun dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat menunjukkan bahwa guncangan dirasakan di daerah Ransiki I-II SIG-BMKG (II-III MMI), Sorong dan Manokwari I SIG-BMKG (I-II MMI).

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami,” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono seperti dilaporkan Stasiun Geofisika Sorong.

Rahmat menjelaskan, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal yang diduga kuat akibat aktivitas Sesar Sorong.

Lihat juga  Calon Sekda Kabupaten Manokwari Menunggu Persetujuan KASN

“Hingga pukul 16.47 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata Rahmat. (RBM/R1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed