Beranda Manokwari Bupati Demas: Kecukupan Pangan dan Pola Konsumsi Menentukan Kualitas SDM

Bupati Demas: Kecukupan Pangan dan Pola Konsumsi Menentukan Kualitas SDM

334
0
Lomba B2SA
Bupati Demas Paulus Mandacan di dampingi Kadin Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kukuh Saptoyudo (paling kiri) Wakil Bupati, Edi Budoyo (ketiga dari kanan), Plt. Sekda, Aljabar Makatita (kedua dari kanan), dan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Irwanto (palin kanan) foto bersama usai membuka lomba cipta menu B2SA. Foto : MKD/PKT

MANOKWARI, Papuakita.com – Keberhasilan memenuhi kecukupan pangan dan pola konsumis pangan merupakan salah satu proses dalam pembentukan sumber daya manusia berkualitas. Demikian, Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan ketika membuka Lomba Cipta Menu Beragam, Bergisi, Seimbang dan Aman (B2SA), di Gedung Kartini, Senin (2/7/ 2018)

“Perbaiki pola konsumsi melalui keanekaragaman pangan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan membudayakan pola konsumsi pangan lokal yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman guna menunjang hidup sehat, aktif dan produktif,” kata bupati.

Lomba Cipta Menu B2SA digelar oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kabupaten Manokwari, diikuti empat distrik. Sebelumnya, delapan distrik yang diundang. Lomba ini, juga melibatkan para juri, yakni Chef Kamal dari Swissbel Hotel Manokwari, Ishak Silamba, Fakultas Teknologi Pertanian dan Maria Rumere.

Menurut bupati, lomba cipta menu ini juga bertujuan mempercepat pemahaman masyarakat tentang pentingnya mengonsumsi pangan B2SA.

“Semua ibu rumah tangga bisa menyajikan pangan lokal untuk menu keluarga serta mendorong dan meningkatkan kreatifitas masyarakat menciptakan menu B2SA berbasis sumber daya lokal,” ujar bupati berharap.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kukuh Saptoyudo mengungkapkan, lomba cipta menu B2SA rutin dilakukan setiap tahun.

Peserta yang menjuarai lomba diikutkan pada lomba tingkat nasional pada hari pangan Nasional di bulan Oktober. Pelaksanaan kegiatan ini, lanjutnya,  bekerjasama dengan tim penggerak PKK kabupaten Manokwari dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Papua Barat.

“Peserta diwajibkan menyajikan beragam menu makanan sehari-hari yang terbuat dari aneka bahan pangan lokal seperti pisang, ubi, singkong, jagung, kentang, wortel, sagu dan sebagainya, yang diolah menjadi pengganti nasi. Menu tersebut kemudian dipadukan dengan sayur, lauk pauk dan buah yang disajikan secara menarik dan beragam,” katanya. (MKD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here