Beranda Manokwari Dua Nelayan Supiori Utara Ditemukan Selamat di Perairan Pulau Kaki Manokwari

Dua Nelayan Supiori Utara Ditemukan Selamat di Perairan Pulau Kaki Manokwari

496
0
Dua nelayan asal Distrik Supiori Utara, Kabupaten Supiori, Provinsi Papua saat berada di rumah keluarganya di Kampung Ambon. Petugas Kantor SAR Manokwari berhasil menyelamatkan nelayan tersebut yang merupakan bapak dan anak di dekat Perairan Pulau Kaki, Manokwari. Foto : MKD/PKT.

MANOKWARI, Papuakita.com – Dua nelayan yakni, Lukas Rumbino (52) dan Frits Subye Rumbino (22) asal Distrik Supiori Utara, Kabupaten Supiori, Provinsi Papua hilang sejak Kamis (17/52018).

Keduanya ditemukan selamat di perairan Pulau Kaki, Kabupaten Manokwari pada Minggu (20/5/2018).

Kepala Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manokwari, Ludiyanto mengatakan, selama tiga hari, dua nelayan tersebut terombang ambing di laut.

“Mereka terdampar di perairan Pulau Kaki pada Sabtu 19 Mei lalu. Dua nelayan yang terdiri dari bapak dan anak dilaporkan hilang saat mencari ikan,” kata Ludiyanto kepada papuakita.com ketika dikonfirmasi melalui telepon, Senin (21/5/2018).

Menurut Ludiyanto, di tengah perjalanan ketika hendak pulang perahu mereka mengalami mati mesin. Akhirnya mereka memutuskan hanyut sambil mendayung mengikuti arus laut.

Kata Ludiyanto, keluarga dan warga Supiori utara khawatir sehingga melapor langsung kepada Basarnas Biak. Setelah mendapat laporan dari keluarga, Basarnas Biak langsung mengomunikasikan hal ini dengan Basarnas Manokwari.

“Mereka bertahan dengan hanya mengonsumsi kelapa kering. Mereka ditemukan oleh seorang nelayan di daerah Perairan Pulau Kaki, Manokwari,” katanya.

Kata Ludiyanto, usai dievakuasi,  kedua nelayan langsung dijemput keluarganya yang bertempat tinggal di Kampung Ambon. “Mereka akan kembali ke Supiori Utara pada Selasa 22 Mei 2018 pagi, dengan mengunakan speedboat mereka sendiri,” ujarnya.

Ludiyanto mengimbau, agar nelayan pada saat melaut harus persiapkan diri. Sebab peristiwa serupa rata-rata terjadi karena mesin rusak dan kurangnya persiapan para nelayan.

“Kondisi seperti ini alat-alat dan BBM yang cukup sangat diperlukan, jangan bertindak nekat sehingga membahayan diri sendiri. Kalau sudah melaut siapa yang akan menolong kita, jika cuaca ekstrim tidak perlu melaut lebih baik bersama bersama keluarga di rumah,” tandasnya. (MKD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here