Beranda Manokwari Kemen PPPA Pastikan Perempuan dan Anak di Palu dan Donggala Terlindungi

Kemen PPPA Pastikan Perempuan dan Anak di Palu dan Donggala Terlindungi

219
0
Menteri PPPA Yohana Yembise saat melakukan kunjungan dan berdialog langsung dengan masyarakat penyintas gempa, Rabu (10/10/2018). Foto: Istimewa

MANOKWARI, PapuaKita.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise melakukan kunjungan dan berdialog langsung dengan masyarakat penyintas gempa, Rabu (10/10/2018).

Menteri merasakan kedukaan yang mendalam melihat kondisi masyarakat palu, terutama kondisi perempuan dan anak pasca gempa.

“Saya sangat sedih melihat bencana yang melanda di Indonesia saat ini, tapi kita tidak boleh patah semangat, tetap harus berjuang untuk mempertahankan kehidupan kita ke depan,” ucap Menteri Yohana di dalam keterangan pers yang di terima papuakita.com.

Menteri Yohana meminta, masyarakat harus tetap waspada terhadap potensi kekerasan seksual yang dapat terjadi kepada perempuan dan anak.

“Pada saat situasi pascabencana alam seperti ini memang kita berjuang dengan berbagai keterbatasan, namun para perempuan dan anak-anak ku disini harus waspada agar terhindar dari kekerasan yang mungkin akan terjadi,” ujarnya.

Untuk itu, Menteri Yohana meminta masyarakat jangan takut untuk melapor kepada pihak-pihak yang melindungi di tempat mereka.

Salah seorang anak korban gempa saat sedang ditanyai Menteri PPPA Yohana Yembise

Selain kekerasan seksual, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) juga menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat yang terlibat dalam proses pemulihan masyarakat dan daerah Palu dan Donggala untuk melindungi perempuan dan anak dari ancaman perdagangan orang atau adopsi ilegal.

“Banyak anak yang terpisah dari orang tuanya, saya meminta kepada seluruh pihak yang terlibat untuk mendata dan mengusahakan menemukan keluarganya, minimal keluarga besarnya, anak-anak ini jangan sampai dibawa oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegas Yohana.

Kemen PPPA akan mengupayakan pos ramah perempuan dan anak yang diharapkan dapat berguna untuk mencegah dan mengurangi potensi kekerasan baik fisik, psikis dan seksual, serta perdagangan orang terhadap perempuan dan anak.

Menteri Yohana juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas PPPA Provinsi Sulawesi Tengah yang telah membantu dalam koordinasi, Forum Anak, para relawan psikolog yang telah membantu dalam proses Recreasional Therapy kepada para pengungsi serta seluruh pihak yang sudah turut membantu meringkankan beban para penyintas.

Menteri Yohana melakukan kunjungan ke Yayasan Al Kautsar di Donggala Kodi, Palu Barat, serta Pos Sekolah Darurat Kemendikbud, Kelurahan Petobo, di mana Kemen PPPA juga menyertakan pendongeng dan penyanyi untuk menghibur anak-anak dengan harapan dapat mengurangi kesedihan dan kecemasan mereka.

Selain itu, Kemen PPPA juga memberikan sejumlah bantuan  spesifik perempuan dan anak seperti perlengkapan bayi, buku cerita, krayon, pembalut wanita, masker dan lainnya. Sebelumnya, bantuan serupa juga sudah diberikan kepada pengungsi yang berada di kota Makassar. (MKD/R1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here