Beranda Manokwari Ketua MRPB: Penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Belum Berpihak kepada OAP

Ketua MRPB: Penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Belum Berpihak kepada OAP

50
0
Ketua MRPB, Maxsi Nelson Ahoren
Ketua MRPB, Maxsi Nelson Ahoren. Foto : ARF

MANOKWARI, PAPUAKITA.com—Penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Tahun Akademik 2020 telah dibuka sejak 6 Januari, dan akan ditutup pada 24 Januari mendatang.

Meski tak diatur secara spesifik tentang kuota putra-putri asli Papua atau Orang Asli Papua (OAP) dalam penerimaan calon anggota Polri tersebut, perlu diberikan prioritas bagi pelamar yang nota bene adalah orang asli Papua. Prioritas tersebut mengacu pada kekhususan yang dimiliki daerah ini yang diatur berdasarkan Undang Undang Otonomi khusus (Otsus).

“Saya berharap penerimaan SIP tahun ini bisa memprioritaskan putra-putri asli Papua, minimal 70 persen untuk anak-anak asli Papua dan 30 persen untuk non Papua yang lahir dan besar di daerah ini,” kata Ketua Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat (MRPB), Maxsi Nelson Ahoren, Selasa (14/1/2020).

Maxsi berharap, kapolda baru Papua Barat bisa membuka diri dan bekerja sama dengan MRPB sebagai lembaga kultur orang asli Papua. Sehingga bisa bersama-sama mendukung terwujudnya harapan-harapan penerimaan calon anggota Polri di semua jenjang.

“Seperti yang dilakukan oleh Pangdam XVIII Kasuari, pangdam sangat antusias mendukung anak-anak asli Papua untuk tes calon anggota TNI, baik itu tamtama, bintara, hingga akmil Banyak anak-anak asli yang lulus jadi anggota TNI,” ujarnya.

Maxsi menyatakan, perwira tinggi Polri yang bertugas sebagai Kapolda Papua Barat belum bisa mengklaim diri berhasil dalam pelaksanaan tugas. Ia menyoroti, kapolda satu berganti dengan kapolda yang lain, belum maksimal anak-anak asli Papua diorbitkan dalam institusi kepolisian di daerah ini.

“Kapolda berganti kapolda selalu mengatakan berhasil melaksanakan tugas. Tapi saya katakan mereka tidak berhasil. Belum banyak anak-anak asli Papua yang diorbitkan menduduki jabatan-jabatan strategis. Saya berharap dengan adanya pembukaan polres-polres baru di daerah ini bisa mengorbitkan anak-anak asli Papua,” tukasnya.

“Saya sampaikan kepada kapolda Papua Barat, saya berharap dan mau lihat hasilnya di tahun ini. Sejauh mana kapolda memprioritaskan anak-anak asli Papua dalam penerimaan calon anggota Polri. Jangan seperti pengalaman tahun-tahun sebelumnya, anak-anak asli Papua kurang diprioritaskan,” sambung Maxsi.

Maxsi menyatakan, MRPB siap membantu kerja-kerja kepolisian di daerah ini. Untuk itu, diharapkan komunikasi kapolda dengan lembaga kultur bisa terjalin lebih cair.

“Saya berharap seleksi penerimaan SIP kali ini benar-benar memprioritaskan anak-anak asli Papua, jangan bawa orang dari luar untuk ikut tes di sini. Pengalaman lalu, hal itu sudah pernah terjadi. Mereka pakai jatah daerah ini,” ujarnya.

Maxsi menambahkan, pengalaman-pengalaman yang tak mengenakan dalam seleksi penerimaan calon anggota Polri di masa lalu tak boleh terulang lagi. Untuk itu, MRPB akan melayangkan surat ke kapolda.

“MRPB akan membahas masalah ini dalam pembukaan rapat pleno masa sidang satu, agar penerimaan SIP ini memprioritaskan anak-anak asli Papua,” tutup Maxsi.

Terpisah, Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Mathias Krey dikonfirmasi soal penerimaan penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Tahun Akademik 2020. Belum memberikan keterangan. Mathias Krey hanya menyampaikan terima kasih atas pertanyaan yang dilayangkan melalui pesan WhatsApp.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman https://penerimaan.polri.go.id/, jadwal penerimaan SIPSS TA. TK Panda (Panitia Daerah) telah dibuka sejak 6 hingga 24 Januari ke depan, dengan kegiatan kampanye dan pendaftaran online. (ARF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.