Beranda Manokwari Langkah Konkret BPKAD Kabupaten Manokwari Cegah Penularan Covid-19

Langkah Konkret BPKAD Kabupaten Manokwari Cegah Penularan Covid-19

99
0
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Manokwari, Ensemy Stevy Moso. Foto : ARF

MANOKWARI, PAPUAKITA.com—Upaya memutus mata rantai penularan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) terus dimaksimalkan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Manokwari.

Mulai dari penataan ruangan pelayanan. Langkah konkret yang ditempuh guna mengoptimalkan pelayanan di tengah pandemi Covid-19 adalah, pelayanan penerbitan SP2D (surat perintah pencairan dana) dengan melalui membatasi interaksi langsung.

“Salah satu cara BPKAD mengurangi volume tamu yang datang ke kantor adalah dengan memaksimalkan pelayanan SP2D. Mengungari interaksi bendahara pengeluaran maupun kontraktor, tidak lagi bertemu atau datang cek ke kantor

Datang, SP2D jadi. Hari ini juga langsung keluar. Ada staf yang bertugas membawa SP2D-nya ke bank,” kata Kepala BPKAD, Ensemy Stevy Moso, Senin (9/11/2020).

Pembatasan interaksi di lingkungan kantor diyakini bisa memutus penularan Covid-19. Sehingga, pegawai atau masyarakat yang membutuhkan pelayanan sama-sama berusaha memperkecil potensi paparan Covid-19.

“Masyarakat langsung datang ke bank saja. Ini upaya mempermudah pelayanan. Juga menepis anggapan bahwa SP2D masih tertahan di kepala badan. Prinsipnya, saya tetap melayani. Jadi, bendahara dan kontraktor yang sering datang ke kantor itu kita batasi dan langsung ke bank saja,” ujarnya.

Menurut Moso, model pelayanan seperti ini dilakukan bukan semata-mata karena kondisi pandemi Covid-19. Melainkan, upaya dari BPKAD untuk mengoptimalkan pelayanan dan memudahkan proses birokrasi. Dengan demikian, menghilangkan pandangan atau anggapan ‘dipersulit’.

“Kita terapkan layanan ini juga untuk menghilangkan anggapan bahwa, surat-surat atau berkas masih tertahan di keuangan karena proses birokrasi

Saya sudah minta ke bidang-bidang untuk terapkan pelayanan sistem jemput bola. Ke depan, pelayanan hibah dan bansos juga kita akan terapkan pelayanan serupa. Saya ingin pelayanan cepat dan tepat. Ini pekerjaan rumah,” tuturnya.

Lihat juga  Robert Rumbekwan: Jangan Berpolitik, Dituntut Netralitas dan Tanggung Jawab ASN Sejati

Moso menambahkan, imbauan akan protokol kesehatan selalu disampaikan kepada seluruh staf BPKAD melalui media-media informasi yang tersedia. Mengingat, di tengah pandemi Covid-19, BPKAD adalah OPD yang melaksanakan rutinitas seperti dalam kondisi normal.

“Tingkat resiko tinggi. Puji Tuhan karena hati tulus memberikan pelayanan kasus Covid-19 dijauhkan. Sampai hari ini tidak ada. Ke depan, kita akan menata ruangan pelayanan BPKAD dan memasang kran cuci tangan serta alat pengukur suhu (thermonex) supaya masyarakat masuk langsung bisa dideteksi,” pungkasnya. (ARF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.