Beranda Manokwari Pemkab Manokwari Bakal Batasi Jumlah ASN yang Bekerja

Pemkab Manokwari Bakal Batasi Jumlah ASN yang Bekerja

174
0
Pelaksana Harian (Plh) Bupati Manokwari, Edi Budoyo. Edi menyatakan, Pemkab telah merumuskan aturan tentang pembatasan jumlah ASN bekerja di setiap OPD. Foto : ARF

MANOKWARI, PAPUAKITA.com—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari bakal mengatur jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang bekerja di tengah pandemi Covid-19. Pembatasan jumlah pegawai ini merupakan upaya menekan laju penyeraban Covid-19 di daerah ini.

“(Kabupaten) Manokwari termasuk dalam skala sedang menuju ke skala tinggi, oleh karena itu sudah dibuat suratnya. Saya belum tanda tangan, belum sampai ke saya. Sudah dikonsep bahwa yang diperbolehkan bekerja itu hanya 25%. Ini sesuai dengan surat edaran MenPANRB,” kata Pelaksana Harian (plh) Bupati Manokwari, Edi Budoyo, Kamis (10/9/2020).

Diketahui, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Tjahjo Kumolo telah menerbitkan surat edaran (SE) soal sistem kerja baru bagi ASN.

Adapun SE MenPANRB No. 67/2020 tertanggal 4 September 2020 sebagai perubahan SE MenPANRB No. 58/2020 tentang Sistem Kerja Pegawai ASN dalam Tatanan Normal Baru dibuat dengan memperhatikan perkembangan kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia.

Edi Budoyo menjelaskan, sesuai dengan SE MenPANRB, kriteria wilayah berdasarkan risiko penyebaran Covid-19 terbagi menjadi empat yakni tidak terdampak, rendah, sedang, dan tinggi.
Bagi instansi pemerintah di zona tidak terdampak, PPK dapat mengatur jumlah pegawai yang melaksanakan tugas kedinasan di kantor paling banyak 100%.

Sementara untuk wilayah berkategori risiko rendah, jumlah ASN yang bekerja di kantor paling banyak 75%. Sisanya 25% bisa bekerja dari rumah.

Sedangkan untuk instansi pemerintah pada wilayah berkategori risiko sedang, jumlah ASN yang bekerja di kantor paling banyak 50%. Sisanya 50% bisa bekerja dari rumah. Kemudian, untuk yang berisiko tinggi, jumlah pegawai yang bekerja di kantor paling banyak 25%. Sisanya 75% bisa bekerja dari rumah.

Lihat juga  Warga Sanggeng Harapkan HEBO Beri Solusi Masalah Rumah dan Lapangan Pekerjaan

Dalam kesempatan yang sama, Edi Budoyo mengaku, telah menerima informasi soal salah seorang pegawai di salah satu OPD terkonfirmasi positif Covid-19. Dirinya menyatakan, akan menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan pemeriksaan menyeluruh.

“Khusus di salah satu OPD tersebut akan dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap semua pegawai, ini untuk mengetahui kesehatan mereka. Memastikan apakah terjangkit atau tidak. Untuk swab tes massal ASN pemkab masih akan dibicarakan lagi,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 di kabupaten Manokwari cukup signifikan mencapai 132 persen. Faktor penyebab tingginya kasus positif Covid-19 adalah mobilisasi arus manusia dari luar daerah yang masu ke Manokwari.

“Penularan Covid-19 di sudah hampir tembus 50 persen. Peningkatannya naik 132%, kondisi ini akibat adanya pelaku perjalanan,” ujar Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 kabupaten Manokwari, drg. Hendri Sembiring.

Data yang diiril Gugus Tugas (Gustu) kabupaten Manokwari per 10 September 2020, tercatat kasus positif Covid-19 sudah berada ada di angka 144. (ARF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.