Beranda Manokwari PLN Manokwari Mewaspadai Pemadaman Lampu Akibat Keterbatasan Stok BBM

PLN Manokwari Mewaspadai Pemadaman Lampu Akibat Keterbatasan Stok BBM

60
0
PLTD Sanggeng yang dioperasikan PLN UP3 Manokwari. Ketersediaan stok BBM semakin menipis seiring insiden penyegelan pintu utama FT Manokwari. Foto : Dok. PLN UP3 Manokwari

MANOKWARI, PAPUAKITA.com—PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Manokwari, harus mengatur pemakaian BBM pembangkit-pembangkit listrik yang ada. Hal itu dilakukan karena pasokan stok BMM sangat terbatas akibat adanya insiden penyegelan Fuel Terminal (FT) Manokwari PT Pertamina (Persero).

Penyegelan pintu utama FT Manokwari dilakukan oleh warga Sanggeng sejak Jumat-Sabtu (2-3 Oktober 2020). Aksi tersebut karena warga menuntut ganti rugi atas pencemaraan minyak yang merembes ke sumur-sumur mereka.

Segel berupa bambu yang terpasang di depan pintu utama Fuel Terminal Manokwari PT Pertamina (Persero). Foto : ARF

Manajer UP3 Manokwari Sulisiyo mengatakan, 99 persen pembangkit yang ada di Manokwari menggunakan BBM. Apabila suplai BBM mengalami gangguan, maka Manokwari dan sekitarnya akan terjadi pemadaman.

“Saat ini ketersediaan BBM kita sudah menipis karena pembangkit-pembangkit besar kita di Manokwari menggunakan bahan bakar minyak. Kebutuhan BBM kita perhari itu mencapai 150 kilo liter, kalau suplai BBM ini terganggu maka suplai listrik ke pelanggan pun akan mengalami gangguan (pemadaman),” ujar Sulisiyo.

Menurut Sulisiyo, ketersediaan BBM yang ada, PLN mengestimasi dapat mengoperasikan pembangkit hingga Minggu (4/10/2020). Dirinya mengatakan, beban puncak di Manokwari yang mencapai kurang lebih 28 Mega Watt (MW) disuplai dari beberapa pembangkit berbahan bakar minyak.

Guna mengantisipasi adanya ganguan pelayanan, PLN pun terus melakukan koordinasi dengan para stakeholder dan juga pertamina terkait dengan ketersediaan BBM yang ada guna mengoperasikan pembangkit.

“Kami pun mengatur suplai BBM hingga saat ini. Kalau dilihat dari BBM yang ada, kekuatan kita untuk mengoperasikan pembangkit hanya sampai besok. Kalau nanti BBM belum dapat disuplai lagi maka kami akan mengurangi beban atau terjadi pemadaman ke pelanggan”, jelas Sulisiyo.

Sulisiyo berharap, suplai BBM dari pertamina dapat kembali normal seperti biasanya, agar PLN tidak mengalami kendala untuk menyalurkan tenaga listrik kepada para pelanggan.

Lihat juga  Anak “GENIUS” Siap Meriahkan HAN 2018

Terpisah, Manager FT Manokwari, Sebedeus Pangandaheng mengatakan, suplai BBM ke PLN dan SPBU segera dilakukan pascapembukaan segel di pintu utama. Sebab, kesepakatan warga dengan pihak pertamina yang dimediasi oleh beberapa pihak, telah disepakati bahwa segel di pintu utama dibuka sambil menunggu proses lanjut.

“PLN sudah ada draf kebutuhan BBM per bulan yang dikirimkan ke kita. Kita kirim sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujarnya. (ARF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.