Beranda Manokwari PT SDIC Kembali Suplai Listrik, PLN Manokwari Kurangi Jam Padam Listrik

PT SDIC Kembali Suplai Listrik, PLN Manokwari Kurangi Jam Padam Listrik

687
0
PLN Manokwari
Mesin PLTD berkapasitas 10 megawatt yang dimobilisasi dari Jakarta telah tiba di Manokwari, Jumat (24/5/2019) malam. Mesin tersebut tengah dipasang dan diperkirakan rampung dan siap dioperasikan dalam 4 hari ke depan. Foto : Istimewa

MANOKWARI, PAPUAKITA.COM— Terhitung Sabtu (25/5/2019), jadwal padam listrik yang sempat dikeluarkan oleh Managemen PT PLN UP3 Manokwari dinyatakan tidak berlaku lagi.

Sebelumnya, PLN melakukan padam listrik dua kali dalam sehari, dengan jadwal yang diroling dalam 3 shift, yakni shift 1 : 00.00-08.00 WIT, shift 2 : 08.00-16.00 WIT, dan shift 3 : 16.00-00.00 WIT.

“Semua jadwal kemarin sudah tidak berlaku karena sudah ada suplai dari PT SDIC. Siang ini tidak ada yang padam,” jelas General Manager PLN UP3 Manokwari, Sulistiyo.

PLN Manokwari
General Manager PT PLN UP3 Manokwari, Sulistiyo. Foto : RBM

Keputusan PT SDIC untuk kembali menyuplai listrik ke PLN Manokwari diputuskan dalam pertemuan bersama yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Mohamad Lakotani, Jumat (24/5/2019).

Rapat ini dihadiri oleh Manajemen PT PLN UP3 Manokwari, Pangdam XVIII/Kasuari, Kapolda Papua Barat dan unsur terkait lainnya.

“Memang diperintahkan langsung pak wakil gubernur. Bisa tidak bisa, suka tidak suka harus disuplai ke PLN dalam 4 hari ke depan. Itu (daya) sebesar 6 megawatt memang tidak bisa penuh. Kalau sudah disuplai 6 megawatt paling tidak daerah yang padam tidak terlalu luas,” ujarnya.

“Kita lakukan pemadaman memang maksimum sampai 12 megawatt, tapi biasanya 9-10 megawatt, paling tidak bisa diatur sedemikian rupa. Tadi pagi pukul 08.00 WIT, PT SDIC sudah sinkron ke PLN sekira 5 megawatt sehingga yang padam pagi sudah menyala semua,” sambungnya.

Sulistiyo menambahkan, suplai listrik dari PT SDIC belum menjamin untuk padam listrik secara bergilir berakhir. Pasalnya, beban puncak pemakaian pada siang hari mencapai 22 megawatt, sementara beban puncak pada malam hari sebesar 26 megawatt.

“Beban siang itu tidak jauh beda dengan beban malam. Tapi paling tidak dengan adanya suplai kembali ini tidak terlalu banyak yang padam. Yang padam tidak seluas seperti yang kemarin,” tutupnya. (RBM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.