Beranda Manokwari Robert Rumbekwan: “Kita Ini Banyak Melihat dan Menonton Saja

Robert Rumbekwan: “Kita Ini Banyak Melihat dan Menonton Saja

184
0
Peserta pelatihan produktivitas kelembangaa yang digelar oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Manokwari. Foto : ARF

MANOKWARI, PAPUAKITA.com—Penjabat Bupati Manokwari Robert Richard Adrianus Rumbekwan menyatakan, peluang usaha bagi orang asli Papua cukup banyak. Dan peluang itu terbuka lebar, hanya saja peluang itu tidak dimanfaatkan sehingga ditangkap oleh orang lain.

“Kita ini banyak melihat dan menonton saja. Yang berjualan, jual sate, dan tukang cukur, semua itu bukan kita (pelakunya),” kata Rumbekwan, Selasa (29/9/2020).

Penjabat Bupati Manokwari, Robert Richard Adrianus Rumbekwan. Foto : ARF

Pernyataan ini disampaikan penjabat bupati saat membuka acara pelatihan kerja kelembagaan produktivitas dan kewirausahaan pertukangan, bengkel las listrik, bengkel motor, dan tata boga tahun anggaran 2020.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Manokwari, dan diikuti oleh 48 orang yang berasal dari beberapa distrikdi kabupaten Manokwari.

“Harus berubah, kebiasaan seperti ini setop sudah. Kita harus bersaing. Saya tekankan ini, karena besok kita akan begitu. Kita sapu muka di negeri ini, karena apa? Tidak ada regulasi yang membuat kita jadi tuan di negeri sendiri,” ujarnya.

“Bangkit dari tidur dan bersaing. Belajar, supaya bisa. Pelatihan dari pemerintah seperti ini sangat terbatas, juga pendamping tidak ada. Mau jadi atau tidak, tidak ada urusan. Jadi minta maaf, saya harus bicara tegas. Untuk apa, sebentar lagi, kami ini pensiun, supaya kalian yang ada ini bisa jamin harkat dan martabat anak-anak negeri,” sambung Rumbekwan.

Menurut Rumbekwan, orientasi generasi muda masih menumpuk untuk menjadi PNS, seolah-olah ini menjadi satu-satunya primadona lapangan kerja. Padahal kuota penerimaan PNS itu terbatas sekali. Dengan demikian, generasi muda asli Papua dituntut harus bisa bersaing dan punya kemampuan untuk mengupayakan peluang yang lain.

“Banyak aturan main yang ada di PNS yang buat kalian anak (asli) Papua akan tersisih, kemajuan teknologi saat ini sangat luar biasa. Banyak aturan yang harus diikuti, kalau tidak kita akan tersisih. Manfaatkan momentum pelatihan ini untuk maju dan jadi tuan di negeri sendiri. Belajar, belajar, dan belajar supaya jadi tuan di negeri sendiri,” katanya berpesan.

Lihat juga  Lantik 72 Pejabat Eselon, Bupati Demas Mandacan: Harus Mampu Menjabarkan Amanah dan Kepercayaan

Dalam kesempatan yang sama, Rumbekwan bahkan memberikan tantangan bagi kelompok anak muda yang mengikuti pelatihan perbengkelan motor.

Rumbekwan menambahkan, selepas pelatihan, kelompok anak muda yang nota bene adalah generasi muda asli Papua itu bisa menunjukkan kemajuan dan kemandirian dalam berusaha. Bukannya barang bantuan datang dan diterima, lalu baku marah kemudian masing-masing tunjuk kemampuan, maka hancurlah bengkel impan ini.

“Besok (baca ke depan) di daerah Amban harus ada bengkel besar dan masyur supaya jadi contoh bagi yang lain. Saya lihat di Manokwari tidak ada satu pun bengkel misalnya, bengkel Kamasan. Tidak pernah kita lihat. Yang kita lihat itu bengkel Arema. Itu siapa yang punya. Baru, kita jadi penonton saja?,” tutupnya. (ARF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.