Beranda Manokwari Serahkan Bantuan kepada Warga Sidey, Edi Budoyo: Kami Tidak Tinggal Diam

Serahkan Bantuan kepada Warga Sidey, Edi Budoyo: Kami Tidak Tinggal Diam

217
0
Wakil Bupat iEdi Budoyo menyerahkan bantuan kepada kepada perwakilan warga Kampung Warikon, Distrik Sidey. Foto : Istimewa

MANOKWARI, PAPUAKITA.com—Banjir yang merendam Kampung Aurmioes, Distrik Masni dan kampung Manggupi, distrik Sidey, Jumat (27/12/2019) lalu ternyata meluas dan berdampak juga terhadap warga di kampung Warikon, distrik Sidey.

Pemerintah Kabupaten Manokwari kembali menyerahkan bantuan bahan makanan (Bama) kepada warga terpapar banjir di kampung Warikon, Rabu (8/1/2020). Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Manokwari, Edi Budoyo dan diterima secara simbolis oleh salah seorang toko masyarakat setempat, Yulianus Meidodga.

“Bantuan yang diberikan ini semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak. Pemerintah daerah terus berupaya melalui instansi teknis untuk mencari solusi agar kejadian banjir dan tanah longsor tidak kembali terjadi. Semoga apa yang diberikan ini dapat bermanfaat dan tentunya kami tidak akan tinggal diam,” kata wabup.

Adapun bantuan yang diserahkan terdiri atas beras, minyak goreng, mie instan, gula dan teh. Wabup Edi Budoyo berpesan kepada masyarakat agar senantiasa menjaga alam.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB), Yohanes Jeftoran mengungkapkan, jumlah korban bencana banjir dan tanah longsor di Distrik Sidey telah mencapai jumlah 159 jiwa, yang terdiri atas 52 Kepala Keluarga (KK).

Jaftoran mengaku, ketika terjadi banjir dan tanah longsor di kampung Warikon, BPBD terlambat dalam memperoleh informasi. Hal ini dikarenakan pada saat banjir listrik di lokasi sempat dipadamkan, serta jaringan selular juga sempat hilang. Meski demikian, ia mengatakan, setelah mendapat informasi, pihaknya langsung bertindak sigap dan langsung menuju ke lokasi terpapar.

Hal yang sama juga diungkapkan Kepala Distrik Sidey, Mirdan Husein. Ia mengatakan, beberapa pascabanjir, pihaknya baru mendapat kabar bahwa 2 kampung (Manggupi dan Warikon, red) di wilayahnya terpapar banjir.

“Kami baru mendapat kabar itu setelah beberapa hari kemudian, karena pada saat banjir, listrik mati dan jaringan sempat hilang. Jadi tidak bisa berkomunikasi. Banjirnya cukup besar bahkan sampai batas leher orang dewasa,” tukasnya. (ARF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.