Beranda Manokwari SLB Panca Kasih Manokwari Wakili Papua Barat di Ajang FLS2N

SLB Panca Kasih Manokwari Wakili Papua Barat di Ajang FLS2N

389
0
Kontingen Papua Barat pada event FLS2N. Foto : Dok. Haryati/SLB Panca Kasih

MANOKWARI, Papuakita.com – Sekolah Luar Biasa (SLB) Panca Kasih Manokwari mewakili Provinsi Papua Barat di ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang berlangsung di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (27-31 Agustus 2018).

Kontingen Papua Barat pada event tingkat nasional itu berjumlah 8 murid, yang mengikuti lomba melukis tingkat SDLB dan SMPLB, menyanyi tingkat SDLB dan SMALB, desain grafis tingkat SMPLB dan SMALB, dan panthomin serta menari tingkat SMALB.
Lomba ini dilaksanakan oleh Direktorat Pendidikan Khsusus dan Layanan Khusus (PK/LK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional.

“SLB Panca Kasih Manokwari dipilih mewakili provinsi Papua Barat setelah mengikuti lomba sejenis tingkat provinsi yang dilaksanakan di Kabupaten Sorong,” kata salah seorang guru SLB, Haryati kepada papuakita.com, Kamis (30/8/2018).
Meski tak mendapat hasil maksimal, Haryati mengaku persiapan yang dilakukan untuk menghadapi event nasional tersebut sudah cukup maksimal.

“Berkaca dari provinsi lain, apa yang mereka dapatkan masih jauh untuk bisa kita menyaingi atau bahkan mengejar mereka, tetapi guru-guru akan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat memajukan anak-anak,” ujar Haryati.
Dia mengungkapkan, anak-anak SLB Panca Kasih mempunyai kompetensi. Meski demikian, untuk menggalinya, kompetensi pembimbingnya juga harus ditingkatkan sehingga hasilnya bisa maksimal.

Siswa SLB Panca Kasih Manokwari, Ottow Reyner Orisu saat mengikuti lomba menyanyi SDLB tingkat nasional di event FLS2N di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Foto : Dok. Haryati/SLB Panca Kasih.

“Koreksi kami para pembina memang harus butuh upaya ekstra untuk memaksimalkan persiapan anak-anak pada event, karena FLS2N sudah menjadi agenda rutin tahunan,” katanya.
Butuh dukungan pihak lain
Untuk mengoptimalkan pembinaan terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK), SLB Panca Kasih membutuhkan dukungan dan motivasi dari pihak lain, yang bisa bersinergi dalam pembinaan.

“Perlu ada kolaborasi antara guru dengan pihak lain, terutama pembinaan dari dinas pendidikan provinsi karena dinas merupakan naungan SLB. Upaya kami sudah maksimal tetapi butuh dukungan dari dinas maupun lembaga non pemerintah,” ucapnya.

Menurut Haryati, pembinaan SLB di luar Papua Barat memang sudah menggandeng pihak luar yang berkompeten di bidang seni. Dengan begitu, diharapkan ada dukungan anggaran yang bersumber dari APBD Provinsi. Tidak saja bergantung pada APBN.
Berkaitan dengan pembinaan terhadap murid-murid SLB, agaknya keterlibatan dinas pendidikan di tingkat provinsi masih harus ditingkatkan. Sebab, perhatian dan pembinaan dari pihak terkait ini belum maksimal.

“Ada banyak hal yang ingin kami lakukan untuk kemajuan anak-anak, dibutuhkan kolaborasi dengan pihak luar. Hanya kami sendiri tidak mampu. Karena anak-anak berkebutuhan khusus butuh terus menerus untuk membentuk kemampuannya,” ujar Haryati.

Haryati menambahkan, saat ini SLB Panca Kasih memiliki jumlah murid sebanyak 79 orang terdiri dari SDLB 41 murid, SMPLB 20 murid, SMALB 18 murid. Di mana para murid ini meliputi semua ketunaan. Adapun jumlah guru PNS 1 orang dan dibantu sembilan guru honorer.

“Semua ketunaan ada. Kami tidak diskriminasi dengan satu ketunaan saja, karena SLB hanya satu di Manokwari makanya kami harus menerima, ringan, sedang, dan berat kami harus menerima. Untuk melakukan pembinaan, kami butuh dukungan dari pemerintah daerah dan lembaga non pemerintah,” imbunya. (RBM/R1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here