oleh

STQH Perwujudan Peningkatan Kerukunan Umat Beragama di Manokwari

MANOKWARI, PAPUAKITA.comPenyelenggaraan kegiatan Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) merupakan implementasi visi Kabupaten Manokwari yakni meningkatkan kerukunan antarumat beragama.

Juga sebagai penguatan elemen dasar, yakni pendidikan (pengembangan sumber daya manusia), utamanya dalam penguasaan ilmu yang berada dalam kandungan al quran yang menjadi tuntutan bagi kehidupan umat islam.

Bupati Hermus Indou pose bersama kafilah STQH Kabupaten Manokwari. Foto : ARF

Demikian disampaikan Bupati Hermus Indou saat melepaskan kafilah STQH Kabupaten Manokwari untuk mengikuti STQH ke VIII Provinsi Papua Barat, Senin (5/4/2021).

“Kepada para peserta STQH, saya minta dapat mendayagunakan kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang lomba untuk meraih prestasi menjadi qori atau qori terbaik. Tetapi juga sebagai wahana yang bermanfaat untuk kemaslahatan masyarakat

Dan dapat memberi manfaat positif bagi pembentukan sumber daya manusia yang berahlak mulia, serta memiliki kepribadian yang dapat didayagunakan untuk kemajuan pembangunan bangsa dan negara,” kata bupati berpesan.

“Mari kita wujudkan suasana damai di kabupaten Manokwari, jangan sampai kita menodai islam, jangan sampai kita menodai al quran. Kita harus segera kembali kepada jati diri, karakter serta kepribadian indonesia, yaitu pancasila. Nilai-nilai yang terkandung dalam 5 sila. Pancasila menjadi perekat persatuan dan kesatuan yang diikat oleh semboyan bhineka tunggal ika,” sambung bupati.

Bupati menegaskan, dalam kehidupan beragama, sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi kendali, sehingga kehidupan beragama di kabupaten Manokwari berjalan selaras dan seimbang, saling toleransi, hormat menghormati dan tidak saling intervensi.

“Agamamu agamamu, agamaku agamaku. Tetapi dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, semua pemeluk agama bersatu membangun kehidupan yang lebih baik untuk mencapai kesejahteraan bersama. Sekali lagi, mari kita berlomba-lomba untuk mencapai satu kemenangan,” ucap bupati berpesan.

Lihat juga  Tender Proyek Pekerjaan Melalui Pokja Disinyalir Sarat Pungli

Kepada para kafilah STQH, bupati kembali berpesan, ajang STH ini tidak hanya sebagai sarana untuk mencari peserta tilawatil qur an terbaik saja, akan tetapi juga memiliki dimensi yang luas. Utamanya meningkatkan gemar membaca, mempelajari, mendalami dan mengamalkan al quran sehingga dapat membentuk pribadi yang ahlaqul qarimah.

“Kegiatan STQH tingkat propinsi ini saya rasa sangat penting, karena selain sebagai sarana untuk meningkatkan keimanan, serta ketaqwaan kepada Tuhan. Juga dapat meningkatkan dan mendorong semangat generasi muda dalam memahami, menghayati dan mengamalkan isi kandungan al quran,” tutup bupati

Sementara itu, Ketua khafilah Aljabar Makatita mengatakan, persiapan Khafilah kabupaten Manokwari menuju STQH, telah melakukan training center (TC) selama 14 hari.

“Dalam situasi pandemi Covid-19, TC dibagi pelaksanaannya di beberapa tempat. Semua peserta STQH adalah peserta lokal. Dan kita harapkan semua cabang diisi oleh peserta lokal,” kata Aljabar.

Aljabar menambahkan, kafilah STQH Manokwari akan mengikuti cabang lomba tilawatil quran dewasa putra, putri, qori dewasa, hafalan 20 juz putra, 20 juz putri. “Kita belum mengikuti cabang lomba hadis,” pungkas Aljabar. (ARF)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed