oleh

Susun Formasi CPNS 2019, Aljabar Makatita: Tambahan Formasi 2018 Tengah Diupayakan

MANOKWARI, PAPUAKITA.com—Sekretaris Daerah Kabupaten Manokwari Aljabar Makatita menyatakan, pemerintah tengah menyusun kebutuhan pegawai di lingkungan pemerintahan kabupaten Manokwari. Untuk kemudian ditetapkan dan diusulkan menjadi formasi CPNS 2019 ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB).

“Batas pengusulan (formasi 2019) sampai dengan 31 Agustus. Supaya sistem aplikasi pengusulan ini tidak sampai ditutup sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, maka saya kontrol lagi. Sisa dua OPD lagi yang masih harus diklirkan,” ujar Sekda Aljabar Makatita usai mengikuti penutupan Rapat Paripurna DPRD tentang Ranperda LKPj Tahun Anggaran 2019, Senin (24/8/2020).

Pemkab Manokwari memberikan perhatian lebih terhadap penyusunan kebutuhan pegawai dibidang kesehatan—yang bukan—tenaga kesehatan seperti, tenaga IT dan tenaga administrasi di puskesmas-puskesmas yang terseber di Sembilan distrik se-kabupaten Manokwari.

“Selama ini kita punya pemahaman di puskesmas itu hanya ada tenaga medis dan para medis, ternyata keliru. Di puskesmas itu juga dibutuhkan tenaga adminsitrasi, IT, dan operator komputer

Sehingga tidak membebani lagi tenaga medis maupun para medis untu mengerjakan tugas-tugas administratif. Formasi-formasi seperti ini yang tengah kita benahi supaya kebutuhan di puskesmas maupun rumah sakit terpenuhi,” kata Sekda Aljabar Makatita.

Aljabar Makatita optimis penyusunan formasi CPNS 2019 bisa rampung sebelum dead line waktu yang diberikan oleh KemenPAN-RB. Dengan demikian, sisa waktu kerja efektif sepekan ke depan ini akan dimaksimalkan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

“Kita belum tahu seperti apa hasil akhirnya karena belum direkap. Tetapi akan diselesaikan sesegara mungkin sehingga diketahui berapa tenaga kesehatan yang dibutuhkan termasuk tenaga-tenaga lain yang berlatar belakang pendidikan ilmu sosial. Insha Allah sebelum 31 Agustus semua sudah selesai,” ujarnya.

Lihat juga  Pengumuman Nama Komisioner KPU Kabupaten/Kota se-Papua Barat 2018-2023

Kendala yang dihadapi dalam penginputan data-data kebutuhan pegawai, lanjut Aljabar Makatita, bukan saja karena keterlambatan data dari OPD. Akan tetapi dipengaruhi juga oleh faktor teknis, yakni konektivitas jaringan internet yang tidak konstan. Ini mengakibatkan proses penginputan menjadi lamban.

“Kita punya jaringan payah sekali, kita sudah minta ke Kominfo untuk menaikkan kapasitasnya tapi tetap tidak bisa. Mungkin karena siang dan proses ini bersamaan di seluruh indonesia sehingga sistem sangat sibuk,” jelasnya.

Di sisi lain, Aljabar Makatita membeberkan, pemkab Manokwari tengah mengupayakan penambahan kuota formasi CPNS 2018 ke KemenPAN-RB. Selain itu, hal yang muncul dalam upaya penambahan formasi CPNS tersebut, adalah ketidaksesuaian antara data kementerian dengan data yang disuguhkan pencaker.

“Kemungkinan besok kepala BKD akan berangkat dengan beberapa perwakilan adik-adik (pencaker) ke Jakarta. Data ini beda versi, kalau kita hitung-hitung sesuai dengan data pencaker itu masih kurang berkisar 1080

Tapi kita hitung dengan data kementerian PAN-RB ini masih kurang sekira 192. Ini yang masih diperjuangkan mudah-mudahan bisa banyak yang terakomodir,” kata Aljar Makatita.

Aljabar Makatita menambahkan, penambahan jumlah pegawai di lingkungan pemerintahan kabupaten Manokwari tentu menambah beban pembiyaan daerah. Dengan demikian, penyusunan rancangan KUA dan PPAS RAPBD 2021 perlu memasukkan kebutuhan anggaran biaya untuk membayar gaji pegawai yang telah lulus pada seleksi CPNS 2018. (ARF)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed