Beranda Nasional Indonesia dan Iran Prioritaskan Masalah Perempuan dan Anak

Indonesia dan Iran Prioritaskan Masalah Perempuan dan Anak

292
0
Kemen PPPA
Menteri Yohana Yembise saat menerima jamuan makan malam Wakil Presiden Republik Islam Iran Bidang Wanita dan Urusan Keluarga, Masoumeh Ebtekar di Kediaman Duta Besar Iran untuk Indonesia. Foto : Humas Kemen PPPA

MANOKWARI, Papuakita.com – Indonesia dan Iran menjalin kerja sama dalam upaya menangani masalah perempuan dan anak di kedua negara.

“Indonesia dan Iran sepakat bahwa ketahanan keluarga adalah kunci utama pencegahan masalah perempuan dan anak. Membangun ketahanan keluarga dapat dilakukan dengan mendorong para perempuan untuk menduduki jabatan strategis,” kata Menteri Yohana didampingi Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan, Vennetia R. Danes saat menerima jamuan makan malam Wakil Presiden Republik Islam Iran Bidang Wanita dan Urusan Keluarga, Masoumeh Ebtekar di Kediaman Duta Besar Iran untuk Indonesia.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan sebelumnya pada 1 Mei 2018 terkait rencana kerjasama dalam upaya menangani masalah perempuan dan anak di kedua negara. Demikan siaran pers Kementerian PPPA yang diterima Redaksi papuakita.com, Rabu (11/7/2018)

Menteri Yohana menambahkan, Pemerintah Iran mengapresiasi kebijakan Indonesia dalam melindungi perempuan dan anak. Diantaranya, pengesahan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, sebagai upaya pemberatan hukuman bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak.

“Kami berencana melakukan kerjasama dengan Iran untuk berbagi pengalaman terbaik dalam melindungi perempuan dan anak. Serta saling mempelajari kemajuan masing-masing negara dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujar Menteri Yohana.

Wakil Presiden Republik Islam Iran Bidang Wanita dan Urusan Keluarga, Masoumeh Ebtekar menceritakan capaian-capaian yang telah dilakukan untuk mengejar ketertinggalan dan kesenjangan perempuan di negaranya. Diantaranya, membuat pusat layanan dan penanganan masalah perempuan dan anak yang siaga selama 24 jam.

Menteri Yohana juga mengungkapkan ketertarikan Pemerintah Indonesia untuk mengadopsi sistem tersebut. “Kami berencana untuk melakukan kerjasama dengan Iran ke depan, dalam berbagi pengalaman terbaik untuk melindungi perempuan dan anak. Kami juga akan saling mempelajari kemajuan di masing-masing negara untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tutup Menteri Yohana. (MKD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here