Beranda Papua Barat HIPMI Minta Alokasi Lahan Kebun Pala 30 Ribu Hektar di Papua Barat

HIPMI Minta Alokasi Lahan Kebun Pala 30 Ribu Hektar di Papua Barat

249
0
Pengembangan Pala HIPMI
Wakil Gubernur Papua Barat, Muhammad Lakotani saat menghadiri Rakerda 3 dan Diklatda DPD HIPMI Papua Barat. Foto : MR3

MANOKWARI, PAPUAKITA.COM—Buah Pala merupakan salah satu komoditas unggulan pontensial di Provinsi Papua Barat, terutama di wilayah Kabupaten Kaimana dan Fakfak.

Guna mendukung pengembangan budidaya tanaman pala, DPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menantang Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat, untuk mengalokasikan lahan seluas 30 hektar.

Pengembangan Pala HIPMI

Ketua Umum DPP HIPMI Bahlil Lahadalia mengatakan, HIPMI telah menghimpun anggaran sebesar Rp2 triliun, anggaran tersebut akan digunakan untuk pengembangan perkebunan pala di wilayah Kaimana dan Fakfak.

“Perekonomian di Papua Barat dari sektor perkebunan selama ini sawit, tetapi dari jaman dahulu komoditas unggulan kita sebenarnya adalah pala. Saat ini, belum dilakukan pengembangan secara serius,” kata Bahlil di sela pembukaan Rakerda dan Diklatda 3 Hipmi Papua Barat.

HIPMI merencanakan pengembangan perkebunan pala melalui investasi dan pengelolaan yang langsung didanai oleh Bahlil Lahadalia.

“Dananya sudah ada nanti ketika itu (investasi) masuk pasti yang lain muncul. Kita tidak bisa membangun Papua Barat setengah-setengah,” ujarnya.

Menurut Bahlil, pihaknya juga telah menyiapkan tim teknis dan modal untuk pengembangan perkebunan pala, dari hasil uji yang diperoleh Papua Barat memiliki kontur tanah yang lebih potensial dalam pengembangannya.

“Kalau ini bisa ditindaklanjuti tentu akan jadi garapan baru bagi teman-teman di Hipmi untuk melebarkan sayap dalam pembangunan provinsi ini,” kata Bahlil.

Wakil Gubernur Provinsi Papua Barat, Muhammad Lakotani mengatakan, tawaran DPP Hipmi sejalan dengan rencana pengembangan perkebunan sektor perkebunan.

Lakotani menambahkan, tawaran ketum DPP Hipmi akan segera ditindaklanjuti dengan pelaksanaan dan perencanaan yang matang ke depannya.

“Perlu kita jajaki dan kongkretkan rencana ini. Kebetulan kita juga telah bekerja sama dengan pemerintah New Zealand untuk menampung hasil perkebunan kita” kata Lakotani. (MR3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.