oleh

Indeks Pembangunan Manusia Papua Barat Mencapai 63,74 Atau Naik 0,75 Poin

MANOKWARI, PAPUAKITA.COM—Pembangunan manusia di Provinsi Papua Barat terus mengalami kemajuan yang ditandai dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pada tahun 2018, IPM Papua Barat mencapai level 63,74 atau meningkat sebesar 0,75 poin dibanding tahun sebelumnya yang berada pada level 62,99.

Kendati mengalami kemajuan, pembangunan manusia provinsi Papua Barat masih berstatus “sedang” yang tidak berubah sejak tahun 2012.

BPS Provinsi papua barat
Kepala BPS Provinsi Papua Barat, Endang Retno Subiyandani. Foto : RBM

“IPM provinsi Papua Barat tahun 2018 mencatat pertumbuhan yang positif sebesar 1,19 persen dibanding tahun sebelumnya. Angka ini menjadikan provinsi Papua Barat menduduki peringkat ke-3 pertumbuhan tercepat se-Indonesia,” kata Kepala BPS Provinsi Papua Barat, Endang Retno Sri Subiyandani di kantornya, Senin (6/5/2019).

Endang Retno menjelaskan, kenaikan IPM ini karena adanya peningkatan harapan hidup, peningkatan kualitas pendidikan yang setara dengan pendapatan perkapita (harga konstan 2012).

“IPM sesuai target RPJMD provinsi Papua Barat sebesar 63,21. IPM Papua Barat meningkat di atas target tersebut. 2010-2018 menunjukkan trend meningkat naik semakin membaik di mana 2016-2017 pertumbuhan IPM mencapai 1,6 persen. Papua Barat berada di peringkat terbawah kedua, di atas provinsi Papua,” jelasnya.

Meski melampaui target RPJMD, Endang Retno menyatakan, kesenjangan pembangunan IPM antar-kabupaten dan kota di provinsi Papua Barat masih terjadi.

Ia mengatakan, status pembangunan manusia kabupaten/kota masih didominasi oleh pembangunan manusia bersatus “sedang” yang berjumlah 6 kabupaten. Diantaranya, kabupaten Fakfak, Sorong, Kaimana, Teluk Bintuni, Raja Ampat, dan Sorong Selatan.

Sedangkan pembangunan manusia dengan status “rendah” di 5 kabupaten, yaitu Teluk Wondama, Manokwari Selatan, Maybrat, Pegunungan Arfak, dan Tambrauw. Hanya terdapat 2 kabupaten/kota yang berstatus pembangunan “tinggi” yaitu Kota Sorong dan Manokwari.

Endang menambahkan, dari sisi peringkat masih belum menunjukan perubahan yang berarti dibanding tahun sebelumnya mengingat secara rata-rata pertumbuhan kabupaten/kota berada di atas 0,7 persen dengan standar deviasi sebesar 0,34.

Lihat juga  Oktober, Manokwari Peringkat ke-4 Inflasi Nasional, Kota Sorong Deflasi

“Bermakna pertumbuhan tiap kabupaten/kota ke pertumbuhan rata-rata tidak terlampau jauh,” jelasnya Endang. (RBM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed