Kemenhub buka 12 rute penerbangan perintis di Papua Barat

MANOKWARI, PAPUAKITA.com—Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka program angkutan udara perintis dengan 12 rute penerbangan perintis di Wilayah Papua Barat pada tahun 2024.

Program angkutan perintis ini ditandai dengan pengresmian penerbangan perdana subsidi angkutan udara yang dihadiri oleh Penjabat Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere, Senin (15/1/2024)

“Bersyukur tahun ini 12 rute penerbangan ke 16 bandara kecil atau perintis. Dari 11 bandara perintis di tahun 2023, tahun ini kita ada 12 bandara. Rute baru adalah Bandara Abresso, Ransiki, Manokwari Selatan,” kata Ali Baham.

Penerbangan perdana subsidi angkutan udara di bawah Korwil UPBU Rendani Manowkari akan mendapatkan pengawasan dari Otoritas Bandara Wilayah XI Manokwari. Adapun maskapai yang melayani adalah Susi Air.

Program angkutan udara perintis ini diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui Direktorat Angkutan Udara, yang bekerja sama dengan Badan Usaha Angkutan Udara (BUAU)

Tercatat secara nasional angkutan udara perintis di tahun 2024 sesuai dengan KP 186 Tahun 2023 dan KP 187 tahun 2023, total Koordinator Wilayah (Korwil) Perintis adalah sejumlah 22 Korwil dengan total 264 rute penumpang, 44 rute perintis kargo, dan 1 rute subsidi angkutan udara.

“Ini (penerbangan perintis) suatu hal yang positif dan kita turut berbangga. Dengan penebernangan perintis akan mempercepat pelayanan, berhubungan dengan kepastian arus barang dan jasa di wilayah-wilayah terpencil, kalau ada orang sakit ini bisa cepat untuk dilakukan pelayanan,” ungkap Ali Baham.

Layanan cargo

Ali Baham berharap, masyarakat benar-benar memanfaatkan kehadiran penerbangan perintis ini. Ia juga berharap pelayanan angkutan udara perintis saat ini tidak saja untuk penumpang. Tetapi bisa juga untuk layanan angkutan barang atau cargo.

Lihat juga  Kepengurusan KONI Papua Barat Bersoal

“Juga harapannya jangan sampai digunakan untuk kepentingan-kepentingan lain di luar pelayanan masyarakat. Layanan cargo masih diupayakan, sekarang ini hanya untuk orang saja,” ujarnya.

Menurutnya, daerah-daerah terpencil di wilayah provinsi Paua Barat itu jumlahnya cukup banyak.

“Di Pegunungan Arfak hingga ke Sorong, Papua Barat Daya. Juga di Bintuni, Wondama, dan beberapa daerah lain,” ujar Ali Baham lagi.

Program penerbangan subsidi ini tarif tiketnya maksimal mencapai Rp400 ribu rupiah sehingga terjangkau oleh masyarakat Papua Barat.

“Kalau Susi Air sudah dikenal. Tetapi subsidinya itu yang menjadi penting bahwa ada perhatian pemerintah pusat untuk sharing cost dan kepastian jadwal sehingga masyarakat bisa pastikan, kalau tanpa subsidi tergantung pada permintaan,” ungkapnya.

Baca juga : Wings Air Tambah Jadwal Penerbangan Kaimana-Manokwari, Beroperasi Juli

Di sisi lain, keamanan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung suksesnya pelaksanaan program subsidi angkutan uadara tersebut. Untuk itu, Ali Baham meminta dukungan pihak TNI dan Polri.

“Dari sisi keamanan, kita berharap juga didukung oleh pihak TNI dan Polri di semua wilayah di mana pesawat Susi Air ini melayani dengan kebijakan subsidi,” pungkasnya. (PK-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *