Beranda Papua Barat MRPB Serukan Pemerintah Daerah Realisasikan Bantuan Sosial untuk Masyarakat Terdampak Wabah Covid-19

MRPB Serukan Pemerintah Daerah Realisasikan Bantuan Sosial untuk Masyarakat Terdampak Wabah Covid-19

719
0
Ketua MRPB Maxsi Nelson Ahoren
Ketua MRPB Maxsi Nelson Ahoren. Foto : ARI

MANOKWARI, PAPUAKITA.com—Ketua Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat (MRPB) Maxsi Nelson Ahoren menyerukan, pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota di Papua Barat perlu menyalurkan bantuan sosial bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah yang secara langsung maupun tidak langsung terdampak wabah Corona Virus Disease (Covid-19).

Bantuan sosial yang disalurkan tersebut bisa berupa kebutuhan bahan pokok. Realisasi bansos kepada masyarakat ini menjadi penting dalam rangka mendukung instruksi pemerintah tentang pembatasan aktivitas di luar rumah maupun tempat-tempat keramaian. Selain itu, bansos ini juga bertujuan meminimalisir pontensi konflik sosial di tengah-tengah masyarakat di saat merebaknya penyakit Covid-19.

“Contoh masyarakat yang berpenghasilan rendah Rp2 juta ke bawah, seperti nelayan dan petani. Apakah mereka sanggup memenuhi kebutuhan hidup. Dengan keadaan saat ini, mereka tidak akan sanggup punya pendapatan seperti itu. Mungkin pendapatannya jauh di bawah dua juta rupiah. Kondisi ini akan menimbulkan keresahan, pemerintah perlu segera mengambil langkah-langkah strategis,” kata Maxsi, Sabtu (4/4/2020).

Hasil peninjauan di kabupaten Manokwari Selatan dan Teluk Bintuni, menurut Maxsi Ahoren, masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan dan petani, serta mayoritas masyarakat asli Papua mulai merasa kesulitan dalam memenuhi kebutuhan harian. Karena bahan pokok yang mulai langka di pasaran serta harga-harga bahan pokok mulai meningkat.

“Penghasilan harian yang didapat mulai menurun akibat berbagai imbauan dari pemerintah untuk tinggal di rumah dan menjalankan sosial distancing atau mejauhi kerumunan orang dalam skala besar,” ujarnya.

Guna mencegah berbagai hal yang tidak diinginkan yang dapat merusak tatanan kehidupan bermasyarakat, Maxsi Ahoren mendesak, pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota untuk segera meyiapkan distribusi bantuan bahan pokok kepada masyarakat berpeghasilan rendah.

Lihat juga  230 Juta Rupiah, Donasi Polda Papua Barat untuk Korban Gempa Lombok

Alokasi Anggaran 90 Miliar Rupiah

Menanggapi permintaan Ketua MRPB, Gubernur Dominggus Mandacan menyatakan, pemprov sedang mengambil langkah-langkah strategis, salah satunya adalah merevisi anggaran kegiatan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Gubernur Dominggus Mandacan
Gubernur Dominggus Mandacan. Foto : ARI

Kegiatan yang dianggap tidak terlalu penting ditiadakan. Sehinga pemanfaatan anggarannya bisa disalurkan melalui berbagai program untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak wabah Covid-19.

Pemprov Papua Barat juga menggeser anggaran kontingen Papua Barat pada PON ke-20 di Papua. Upaya ini dilakukan karena event nasional tersebut ditunda pelaksanaannya. Saat ini telah terkumpul Rp30 miliar yang siap dipakai untuk pencegahan dan penanganan penyakit Covid-19.

Pemprov juga berupaya agar anggaran pencegahan dan penanganan penyakit Covid-19, serta dampak turunannya di provinsi Papua Barat bertambah menjadi Rp90 miliar.

“Setelah diperhitungkan, kita bisa dapat sekira Rp30 miliar dari kegiatan rapat-rapat koordinasi atau rapat teknis se-Papua Barat yang dilaksanakan oleh OPD-OPD terkait. Kita revisi semua. Dana ini secara bertahap akan kita serahkan kepada Gugus Tugas sesuai dengan program ataupun langkah-langkah yang akan diambil. Dana PON juga cukup besar. Dari sisi pendanaan kita sudah siap mendukung,” jelas gubernur.

Wakil Gubernur Mohamad Lakotani menambahkan, dana stand by (tak terduga, red)  setiap saat siap untuk dipakai. “Ini baru dana awal, kita masih terus melihat. Misalnya ada kegiatan-kegiatan yang belum dikontrakkan atau yang masih bisa digeser. Kita tetap berupaya ada tambahan dana,” tutup wagub. (ARI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.