Beranda Nasional Pesan Menteri Yasonna Laoly di HBI ke-69, Tugas Imigrasi Semakin Strategis dan...

Pesan Menteri Yasonna Laoly di HBI ke-69, Tugas Imigrasi Semakin Strategis dan Penting

247
0
HBI ke 69
Peringatan Hari Bhakti Imigrasi ke 69 Jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham Provinsi Papua Barat. Foto : RBM/PKT

MANOKWARI, PAPUAKITA.COM – Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly, mengingatkan perkembangan zaman menjadikan tugas dan fungsi jajaran imigrasi menjadi semakin strategis dan penting khususnya dalam hal menjaga stabilitas keamanan negara dari potensi gangguan asing.

Pesan itu disampaikan melalui sambutan tertulisnya dibacakan Wakil Gubernur Papua Barat Mohammad Lakotani saat bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Bhakti Imigrasi (HBI) ke-69 di jajaran Kantor Wilayah Hukum dan HAM Provinsi Papua Barat yang berlangsung di lapangan upacara Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Manokwari, Senin (28/1/2019).

“Kedaulatan negara berada di pundak saudara-saudara sekalian, jadilah penjaga pintu gerbang negara yang selalu menjaga kedaulatan negara dengan penuh keikhlasan,” kata menteri.

Menteri berharap, jajaran imigrasi semakin PASTI AKTUAL (aktif, kreatif, terpercaya, unggul, amanah, logis) sehingga mampu menghasilkan kinerja yang maksimal. Mengingat, tahun 2019 adalah tahun terakhir RPJMN 2015-2019 sekaligus tahun awal persiapan jelang RPJMN 2020-2024.

“Tahur 2019 adalah tahun politik yang harus kita sikapi secara bijak dan optimis untuk menyelesaikan target-target yang menjadi tanggung jawab,” ujar menteri.
Jajaran imigrasi harus mengedepankan citra positif keimigrasian, optimalisasi pengawasan keimigrasian, dan melakukan penegakan hukum keimigrasian yang tepat sasaran, serta peningkatan kualitas layanan.

Dalam kesempatan itu, Menteri Yasonna Laoly mengungkapan, terobosan dan inovasi yang telah dilakukan jajaran imigrasi, antara lain, perluasan pemberian paspor elektronik di 18 kantor imigrasi, layanan One Single Submisson (OSS).

Dikatakan, jajaran imigrasi juga telah berhasil menekan angka pelanggaran keimigrasian yang ditandai dengan penurunarn
jumlah penindakan keimigrasian dari tahun 2017 sebanyak 272
kasus menjadi 144 kasus pada tahun 2018.

Selain itu dalam fungsi keamanan negara, telah dilaksanakan implementasi sistem QR Code yang merupakan upaya peningkatan sarana dan prasarana yang digunakan oleh jajaran imigrasi dalam melaksanakan proses pengawasan di lapangan.

“Sebagai fasilitator pembangunan kesejahteraan masyarakat, jajaran imigrasi telah memberikan sumbangsih berupa pemberian izin tinggal bagi investor yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia,” kata menteri lagi.

Disamping itu, jajaran imigrasi juga telah memfasilitasi dengan baik kegiatan-kegiatan yang berskala Internasional, diantaranya Asian Games dan Asian Para Games 2018, Annual Meeting World Bank and International Monetery Fund 2018, yang dampaknya terasa untuk menggerakkan ekonomi pembangunan dankesejahteraan masyarakat. (RBM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here